• Latest
IHSG Sesi 1 Dibuka Menguat 0,34% ke Level 8.577

IHSG Sesi 1 Dibuka Menguat 0,34% ke Level 8.577

December 2, 2025
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

July 21, 2026
Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

July 21, 2026
IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

July 21, 2026
BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

July 21, 2026
Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

July 21, 2026
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

July 21, 2026
Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

July 21, 2026
Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

July 21, 2026
Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

July 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, July 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Sesi 1 Dibuka Menguat 0,34% ke Level 8.577

8 months ago
in Market
IHSG Sesi 1 Dibuka Menguat 0,34% ke Level 8.577
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 28,82 poin atau menguat 0,34% ke level 8.577,61 pada awal perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (2/12/2025).

Sebanyak 248 saham naik, 67 turun, dan 319 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 258,67 miliar, melibatkan 335,02 juta saham dalam 36.696 kali transaksi.

Memasuki perdagangan kedua di pekan ini, Selasa (2/12/2025), pelaku pasar diperkirakan masih akan merespon terhadap hasil rilis ekonomi dalam negeri.

Pasar juga akan menyoroti pelemahan indeks dolar AS yang semakin dalam, seiring menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember. Rangkaian indikator ini akan menjadi acuan utama untuk membaca arah pemulihan ekonomi Indonesia menjelang akhir tahun 2025.

Dari dalam negeri, membaiknya inflasi dan kencangnya laju PMI Manufaktur menunjukkan fundamental ekonomi masih sangat kuat dan mesin ekonomi RI sudah mulai memanas menjelang akhir tahun. Hal ini akan menjadi penggerak positif buat saham, rupiah, dan SBN.

Sementara itu, indeks acuan di kawasan Asia-Pasifik yang lebih luas sebagian besar naik pada hari Selasa, setelah Wall Street jatuh karena aksi jual kripto yang menekan sentimen pasar.

Secara spesifik, saham perusahaan otomotif Korea Selatan menguat pada hari Selasa setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengonfirmasi bahwa tarif otomotif AS yang lebih rendah sebesar 15% terhadap Korea Selatan akan berlaku surut, mulai 1 November.

Produsen mobil Hyundai Motor dan Kia Corp masing-masing naik hampir 5% dan 3%. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,02%, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,13%.

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225 naik 0,54% pada pembukaan, dan indeks Topix naik 0,44%. Sektor keuangan, energi, dan bahan baku memimpin kenaikan indeks.

Indeks ASX/S&P 200 Australia naik 0,12%. Kontrak berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong mengarah ke pembukaan yang lebih tinggi, diperdagangkan pada level 26.219, dibandingkan penutupan indeks sebelumnya di level 26.033,26.

Semalam, bitcoin anjlok sekitar 6% hingga diperdagangkan di bawah level US$ 86.000, menandai hari terburuknya sejak Maret dan menekan pasar saham secara umum. Mata uang digital ini telah berjuang untuk tetap berada di atas $90.000 sejak jatuh di bawah level tersebut akhir bulan lalu untuk pertama kalinya sejak April. Saham-saham terkait kripto lainnya, termasuk Coinbase dan Strategy, juga turun pada sesi Senin.

Saham-saham perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan, Broadcom dan Super Micro Computer masing-masing turun lebih dari 4% dan 1%, menunjukkan peningkatan aksi ambil untung di sektor ini.

Indeks acuan Wall Street kompak melemah, dengan S&P 500 turun 0,53% dan ditutup pada level 6.812,63, sementara Nasdaq Composite terdepresiasi 0,38% dan ditutup pada level 23.275,92. Dow Jones Industrial Average mencatatkan koreksi 427,09 poin, atau 0,9%, dan ditutup pada level 47.289,33.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .