• Latest
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

September 25, 2026
Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

September 25, 2026
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

September 25, 2026
Dikabarkan Mau Dicaplok Haji Isam, BCA Buka Suara

Dikabarkan Mau Dicaplok Haji Isam, BCA Buka Suara

September 25, 2026
Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

September 25, 2026
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

September 25, 2026
OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

September 25, 2026
Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, OJK Buka Suara

Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, OJK Buka Suara

September 25, 2026
Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Regulataor Buka Suara

Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Regulataor Buka Suara

September 25, 2026
Aturan Pelaporan Insidential di Pasar Modal Terbit, Berlaku 1 Oktober

Aturan Pelaporan Insidential di Pasar Modal Terbit, Berlaku 1 Oktober

September 25, 2026
Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

September 25, 2026
Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

September 25, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, September 25, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

2 months ago
in Market
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah ekonom mengungkapkan saat ini kondisi likuiditas di Indonesia masih ketat seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate.

Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. Rizal Taufikurahman mengatakan kondisi likuiditas di perbankan menengah atau Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) II dan III masih ketat, sehingga dapat memunculkan “perang bunga”.

“Keluhan mengenai ketatnya likuiditas, terutama dari bank kelompok menengah (KBMI II-III), memang mengindikasikan meningkatnya kompetisi dalam menghimpun dana masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi memicu perang suku bunga deposito,” kata Rizal kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (21/7/2026).

Hal ini membuat perbankan, terutama yang memiliki basis dana murah (current account, saving account/CASA) yang terbatas bakal dirugikan dari adanya perang bunga tersebut.

Akibatnya, ruang untuk menurunkan bunga kredit bagi bank-bank KBMI II dan III pun sangat terbatas.

“Jika perang bunga terjadi, cost of fund akan meningkat, margin bunga bersih (NIM) tertekan, dan ruang penurunan bunga kredit menjadi semakin sempit,” terang Rizal.

Oleh karena itu, menurutnya, tantangan pemerintah dan otoritas moneter ke depan bukan hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga memastikan likuiditas perbankan tetap memadai agar fungsi intermediasi tidak terganggu.

Sementara itu, Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan permasalahan perbankan saat ini bukan kekurangan likuiditas, tetapi distribusi likuiditas yang tidak merata antar-bank.

“Distribusi likuiditas belum merata antar-bank, di mana bank besar (KBMI IV) cenderung lebih kuat karena basis dana murah dan ekosistem transaksi lebih luas, sementara bank menengah (KBMI II-III) lebih sensitif terhadap perpindahan dana deposan besar,” kata Josua.

Josua menambahkan, indikasi perang memang mulai muncul, tetapi masih selektif dan belum membesar.

“Indikasi perang bunga memang mulai muncul, tetapi masih selektif, belum menjadi perang bunga besar di seluruh industri,” lanjut Josua.

Pihaknya menjelaskan data simpanan per KBMI menunjukkan struktur dana sangat terkonsentrasi di bank besar, dengan posisi Mei 2026 mencatat KBMI IV mencapai Rp5.550,8 triliun, jauh di atas KBMI I, KBMI II, dan KBMI III.

“Dalam kondisi suku bunga acuan naik, SRBI menarik, SBN ritel menawarkan kupon tinggi, dan deposan besar makin sensitif terhadap imbal hasil, bank menengah harus menawarkan bunga lebih kompetitif untuk mempertahankan dananya,” jelas Josua.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

September 25, 2026
Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

September 25, 2026
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

September 25, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .