• Latest
IHSG Sesi 1 Naik 0,87%, Ngebut Jelang Akhir Tahun

IHSG Sesi 1 Naik 0,87%, Ngebut Jelang Akhir Tahun

December 29, 2025
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

July 21, 2026
Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

July 21, 2026
IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

July 21, 2026
BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

July 21, 2026
Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

July 21, 2026
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

July 21, 2026
Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

July 21, 2026
Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

July 21, 2026
Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

July 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, July 22, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Sesi 1 Naik 0,87%, Ngebut Jelang Akhir Tahun

7 months ago
in Market
IHSG Sesi 1 Naik 0,87%, Ngebut Jelang Akhir Tahun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi 1 perdagangan hari ini, Senin (29/12/2025) dengan kenaikan 74,56 poin atau 0,87% ke level 8.612,47. 

Hingga jeda makan siang, indeks bergerak pada rentang 8.546,14–8.615,73 atau selalu berada di atas harga perdagangan terakhir pekan lalu. 

Sebanyak 468 saham naik, 241 turun, dan 249 tidak bergerak. Nilai transaksi siang ini mencapai Rp 13,33 triliun, melibatkan 22,73 miliar saham dalam 1,71 juta kali transaksi. 

Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona hijau. Bahan baku, konsumer non-primer, dan utilitas memimpin penguatan dengan masing-masing 2,99%, 2,21%, dan 2,11%. 

Seiring dengan hal tersebut, emiten-emiten terkait menjadi penggerak utama IHSG siang ini. Amman Mineral (AMMN) yang naik 6,05% menyumbang 12,05 indeks poin. 

Kemudian Bumi Resources Minerals (BRMS) terapresiasi 6,45% dan berkontribusi 8,61 indeks poin terhadap IHSG. 

Emiten-emiten milik Prajogo Pangestu juga kompak mengerek IHSG seiring dengan rencana aksi korporasi Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Barito Pacific (BRPT), Barito Renewables Energy (BREN), dan CUAN memberikan sumbangsih total 20,59 indeks poin. 

Pergerakan emiten-emiten tersebut mampu membendung koreksi DCI Indonesia (DCII) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang memiliki kapitalisasi besar. 

Memasuki pekan terakhir perdagangan di tahun 2025, pelaku pasar akan dihadapkan pada sejumlah rilis data ekonomi penting baik dari dalam negeri maupun global yang berpotensi menjadi penggerak utama pasar.

Meski hanya akan ada tiga hari perdagangan di pekan ini seiring libur perayaan tahun baru, volatilitas tetap berpeluang meningkat seiring pasar mencerna berbagai sinyal arah ekonomi dan kebijakan moneter ke depan.

Dari dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember serta data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur.

Sementara dari eksternal, pasar global akan mencermati perkembangan kebijakan moneter dan data ekonomi dari Jepang, China, hingga Amerika Serikat. Rilis risalah FOMC The Fed, data inflasi AS, serta sinyal lanjutan dari Bank of Japan dan kondisi manufaktur China akan turut memengaruhi sentimen risiko global, pergerakan dolar AS, serta aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .