• Latest
IHSG Tiba-tiba Dibuka Anjlok 2,59%, Ini Penyebabnya

IHSG Tiba-tiba Dibuka Anjlok 2,59%, Ini Penyebabnya

May 18, 2026
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Tiba-tiba Dibuka Anjlok 2,59%, Ini Penyebabnya

6 months ago
in Lifestyle
IHSG Tiba-tiba Dibuka Anjlok 2,59%, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026).

IHSG turun 94,34 poin atau 1,40% ke posisi 6.628,97. Sebanyak 208 saham terkoreksi, 134 saham menguat, dan 349 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp681,16 miliar dengan volume perdagangan 860,11 juta saham dalam 82.225 kali transaksi.

Sesaat setelah dibuka IHSG ambruk makin dalam hingga 2,59%

Saham-saham Prajogo masih menjadi biang kerok pelemahan IHSG bersama dengan sejumlah emiten lain, termasuk DSSA, yang menjadi perhatian penyedia indeks internasional MSCI dan FTSE.

Tekanan terbesar terhadap IHSG sejak akhir pekan lalu datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

MSCI diketahui resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN); PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN); PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA); PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA); PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN); PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index.

Tak lama setelah pengumuman MSCI, penyedia indeks global lainnya FTSE ikut buka suara soal masa depan saham-saham RI yang tergabung dalam indeks besutannya.

Dalam pengumuman terbaru bertajuk “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang dirilis Rabu (13/5/2026), FTSE memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aturan terbaru FTSE diterbitkan menyusul upaya otoritas pasar modal Indonesia dalam meningkatkan transparansi, termasuk publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).

Dalam dokumen tersebut, FTSE Russell menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa dan keuangan, di mana saham beredar hanya dikuasai segelintir pihak, maka saham tersebut akan didepak dari indeks pada tinjauan berikutnya.

“Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi tersebut.

Kebijakan “harga nol” ini diambil karena FTSE menilai likuiditas saham HSC cenderung memburuk secara material. Investor institusi pengelola dana indeks (passive fund) dikhawatirkan tidak akan menemukan pembeli (counterparty) yang cukup jika harus keluar dari saham tersebut secara mendadak.

Kebijakan harga nol umumnya dilakukan oleh FTSE atas saham-saham perusahaan bangkrut yang masih ada di indeks atau saham yang lama mengalami suspensi atau terkena dampak sanksi sehingga sulit diperdagangkan.

Meski FTSE belum merilis spesifik emiten yang terancam kena tendang dalam pengumuman tersebut, sejumlah daftar saham tampaknya akan terkena dampak secara signifikan. Dua emiten besar selama ini identik dengan isu free float dan konsentrasi kepemilikan, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik taipan Prajogo Pangestu dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari grup Sinarmas menjadi sorotan karena keduanya masuk dalam daftar HSC BEI.

Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan melemah hari ini dengan tekanan paling dalam dirasakan oleh sektor infrastruktur, barang baku, energi dan teknologi.

Adapun pemberat utama IHSG pagi ini adalah saham Bank Central Asia (BBCA) yang turun 2,5% dan berkontribusi atas pelemahan 14,05 indeks poin.

Lalu ada saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang dibuka menyentuh auto rejection bawah (ARB) atau turun 15% ke Rp 880 per saham dengan kontribusi pelemahan 13,67 indeks poin.

Kemudian ada Chandra Asri Pacific (TPIA) yang juga ARB (-14,88%) ke Rp 3.660 per saham dengan sumbangan pelemahan 13 indeks poin.

Lalu ada saham Barito Renewables Energy (BREN) yang turun ke level Rp 2.880 per saham dan tidak lagi menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di RI. Kontraksi saham BREN berimbas pada pelemahan 10 indeks poin.

Kemudian ada juga saham AMMN yang pekan lalu ditendang dari indeks MSCI dan menyumbang atas pelemahan 9,12 indeks poin.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .