• Latest
Jualan ke Uniqlo-Adidas Laris, PBRX Kok Malah Rugi & Kas Menipis?

Jualan ke Uniqlo-Adidas Laris, PBRX Kok Malah Rugi & Kas Menipis?

August 6, 2026
Asing Diam-Diam Kompak Serok Bank BUMN

Asing Diam-Diam Kompak Serok Bank BUMN

August 6, 2026
Airlangga Beberkan Respons China Usai Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh

Airlangga Beberkan Respons China Usai Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh

August 6, 2026
Rupiah Menang Lawan Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp17.910

Rupiah Menang Lawan Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp17.910

August 6, 2026
Intip Kinerja Terkini MTEL & KAEF

Intip Kinerja Terkini MTEL & KAEF

August 6, 2026
Purbaya Buka-bukaan Soal Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham Whoosh

Purbaya Buka-bukaan Soal Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham Whoosh

August 6, 2026
Dihajar Kanan-Kiri, Harga Batu Bara Ambruk-Harga Minyak Melunak

Dihajar Kanan-Kiri, Harga Batu Bara Ambruk-Harga Minyak Melunak

August 6, 2026
Saham Emiten Grup Djarum (BACH) ARB 3 Hari Beruntun, Ambles 38%

Saham Emiten Grup Djarum (BACH) ARB 3 Hari Beruntun, Ambles 38%

August 6, 2026
Asing Net Sell Rp339 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp339 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

August 6, 2026
Rehat Dulu, IHSG Sesi Pertama Stagnan di Level 6.351

Rehat Dulu, IHSG Sesi Pertama Stagnan di Level 6.351

August 6, 2026
Gap Kredit RI Capai Rp1.650 T, Pindar Bersaing dengan Pinjol Ilegal

Gap Kredit RI Capai Rp1.650 T, Pindar Bersaing dengan Pinjol Ilegal

August 6, 2026
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Capaian Positif di Tengah Gejolak Dunia

Ekonomi Tumbuh 5,29%, Capaian Positif di Tengah Gejolak Dunia

August 6, 2026
BP BUMN dan Danantara Beri Sinyal Boyong BUMN IPO, Ini Daftarnya

BP BUMN dan Danantara Beri Sinyal Boyong BUMN IPO, Ini Daftarnya

August 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, August 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Jualan ke Uniqlo-Adidas Laris, PBRX Kok Malah Rugi & Kas Menipis?

1 hour ago
in Lifestyle
Jualan ke Uniqlo-Adidas Laris, PBRX Kok Malah Rugi & Kas Menipis?
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten tekstil dan garmen PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mencatatkan rugi periode berjalan US$ 5,19 juta sepanjang semester I-2026, berbalik dari laba US$ 93,07 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian itu terjadi justru saat pendapatan perseroan tumbuh dua digit.

Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 Juni 2026, penjualan PBRX naik 12,14% menjadi US$ 134,69 juta, dari US$ 120,11 juta pada semester I-2025. Beban pokok penjualan ikut naik menjadi US$ 122,87 juta, sehingga laba bruto tumbuh lebih tipis 7,41% menjadi US$ 11,83 juta.

Margin bruto perseroan justru menyusut menjadi 8,78%, dari 9,17% pada periode yang sama tahun lalu. Di level operasional, PBRX masih mencatat rugi usaha US$ 804.689, membaik hampir 50% dibandingkan rugi usaha US$ 1,6 juta pada semester I-2025.

Pukulan terbesar datang dari pos pendapatan lainnya. Pada semester I-2025, PBRX membukukan pendapatan lain-lain jumbo US$ 102,25 juta, yang sebagian besar berasal dari keuntungan modifikasi utang senilai US$ 101,57 juta, buah dari restrukturisasi melalui skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pos “durian runtuh” akuntansi itu tidak berulang tahun ini, dengan pendapatan lainnya hanya US$ 1,25 juta.

Alhasil, PBRX membalikkan laba sebelum pajak US$ 94,24 juta menjadi rugi sebelum pajak US$ 4,74 juta. Setelah beban pajak US$ 452.262, perseroan mencatat rugi periode berjalan US$ 5,19 juta, berbanding laba US$ 93,07 juta pada semester I-2025.

Rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$ 5,74 juta, membuat rugi per saham menjadi US$ 0,00027.

Beban Keuangan Masih Menghantui

Beban keuangan PBRX pada semester I-2026 mencapai US$ 4,90 juta, naik tipis dari US$ 4,83 juta. Dari jumlah itu, beban bunga tercatat US$ 706.271, sementara sisanya US$ 4,20 juta merupakan amortisasi biaya transaksi terkait restrukturisasi pinjaman.

Sementara itu, beban umum dan administrasi relatif stagnan di US$ 11,11 juta dari US$ 11,05 juta, dengan gaji dan lembur karyawan sebagai komponen terbesar senilai US$ 5,24 juta. Jumlah karyawan grup per 30 Juni 2026 tercatat 23.762 orang, bertambah dari 22.794 orang setahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset PBRX naik tipis menjadi US$ 210,29 juta per 30 Juni 2026, dari US$ 208,91 juta pada akhir 2025. Namun total liabilitas ikut naik menjadi US$ 155,26 juta, sehingga ekuitas terkikis 6,95% menjadi US$ 55,03 juta. Saldo defisit perseroan tercatat US$ 284,75 juta.

Yang paling mencolok, kas dan setara kas menyusut lebih dari separuh menjadi US$ 7,63 juta, dari US$ 15,62 juta pada akhir tahun lalu. Arus kas dari aktivitas operasi masih negatif US$ 4,59 juta, meski membaik dari negatif US$ 6,75 juta pada semester I-2025.

Di sisi lain, piutang usaha bersih melonjak menjadi US$ 24,32 juta dari US$ 17,88 juta, sementara persediaan bersih naik menjadi US$ 99,55 juta dari US$ 91,15 juta.

Rasio pinjaman bersih terhadap ekuitas (net debt to equity) naik menjadi 1,53 kali, dari 1,20 kali pada akhir 2025. Angka ini masih di bawah batas maksimum 2,5 kali yang dipersyaratkan dalam fasilitas hasil penyelesaian PKPU, namun sudah melampaui target internal manajemen sebesar maksimum 2,00 kali.

Uniqlo dan Adidas Kuasai Hampir Separuh Penjualan

Berdasarkan segmen geografis, Asia tetap menjadi pasar terbesar dengan kontribusi US$ 62,13 juta, disusul Amerika US$ 40,73 juta, Eropa US$ 24,88 juta, dan wilayah lainnya US$ 6,95 juta.

Ketergantungan pada segelintir pembeli besar masih terlihat. Uniqlo menyumbang penjualan US$ 48,95 juta atau sekitar 36% dari total penjualan bersih, sedangkan Adidas berkontribusi US$ 14,06 juta atau sekitar 10%. Keduanya menguasai hampir 47% penjualan PBRX.

Catatan Kelangsungan Usaha

Dalam Catatan 43 laporan keuangan, manajemen menyatakan masih terdapat ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan grup mempertahankan kelangsungan usahanya (going concern).

Manajemen memaparkan dua langkah utama untuk mengatasi kondisi tersebut: mengonversi pinjaman sindikasi, obligasi, dan pinjaman bilateral non-aktif menjadi ekuitas sesuai putusan homologasi guna memperbaiki ekuitas dan rasio lancar, serta mencari pelanggan baru.

Sebagai catatan, homologasi PKPU PBRX bersama entitas anak ESGI, PSS, dan PPEB efektif sejak 3 Januari 2025, dengan putusan pengesahan perjanjian perdamaian dibacakan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 23 Desember 2025. Skema tersebut mencakup penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai maksimal US$ 156,69 juta, yang bila dikonversi akan mewakili 55% modal saham perseroan secara fully diluted.

Laporan keuangan ini telah disetujui Direksi untuk diterbitkan pada 31 Juli 2026 dan berstatus tidak diaudit.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Asing Diam-Diam Kompak Serok Bank BUMN

Asing Diam-Diam Kompak Serok Bank BUMN

August 6, 2026
Airlangga Beberkan Respons China Usai Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh

Airlangga Beberkan Respons China Usai Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh

August 6, 2026
Rupiah Menang Lawan Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp17.910

Rupiah Menang Lawan Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp17.910

August 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .