• Latest
Kena Hantam MSCI, IHSG Ambruk 1,81% Balik ke Level 6.700-an

Kena Hantam MSCI, IHSG Ambruk 1,81% Balik ke Level 6.700-an

May 13, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

November 6, 2026
Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

November 6, 2026
Ubah Sampah Bisa Jadi Mesin Uang, Ini Caranya

Ubah Sampah Bisa Jadi Mesin Uang, Ini Caranya

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Kena Hantam MSCI, IHSG Ambruk 1,81% Balik ke Level 6.700-an

6 months ago
in Market
Kena Hantam MSCI, IHSG Ambruk 1,81% Balik ke Level 6.700-an
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (13/5/2026), setelah pasar merespons negatif hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah saham besar Indonesia dari indeks globalnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan sesi pertama IHSG turun 124,36 poin atau -1,81% ke level 6.734,54.

Sebanyak 398 saham melemah, 262 saham menguat, dan 150 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,28 triliun dengan volume perdagangan 26,13 miliar saham dalam 1,47 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan koreksi terdalam dicatatkan oleh sektor infrastruktur, barang baku, teknologi dan energi. Sedangkan hanya sektor industri yang menguat hari ini.

Tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

Data movers menunjukkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi minus 14,89 indeks poin. Disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menekan 13,98 poin indeks serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 10,59 poin.

Kemudian PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menekan IHSG sebesar 11,07 poin dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 4,2 poin.

Secara harga saham, TPIA ambles 14,26%, CUAN anjlok 11,11%, AMMN turun 11,30%, DSSA melemah 10,30%, dan BREN terkoreksi 8,31%.

Saham lain yang juga keluar dari indeks MSCI small cap turut mengalami tekanan. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 4,71%, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) melemah 7,14%, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 3,29%, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkoreksi 5,26%.

Sebelumnya, MSCI resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index.

CGS International Sekuritas Indonesia sebelumnya memperkirakan rebalancing MSCI kali ini dapat memicu outflow pasif hingga US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,49 triliun. Seluruh perubahan tersebut akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Kabar baiknya MSCI mempertahankan Indonesia di kelompok emerging markets. Sebagaimana diketahui, MSCI sempat membuka kemungkinan reklasifikasi status Indonesia dari emerging markets menjadi frontier markets.

Dalam pengumuman, Selasa (12/5/2026) waktu AS, Indonesia tetap dikategorikan dalam daftar emerging markets bersama dengan negara-negara lain seperti China, India, Korea, Malaysia, Filipina Taiwan, dan Thailand.

Di sisi lain, pergerakan bursa Asia cenderung mixed. Indeks Taiwan menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 1,02%, diikuti indeks SGX-CNBC China Growth turun 0,71% dan Shenzhen melemah 0,43%.

Indeks ASX 200 Australia turun 0,23%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,16%, serta Shanghai Composite terkoreksi 0,14%.

Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,2%, sementara STI Singapura naik 0,61% dan Nikkei Jepang menguat 0,32%.

Dalam perkembangan lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak membutuhkan bantuan Presiden China Xi Jinping untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun peluang tercapainya perdamaian semakin mengecil.

Trump mengatakan AS akan menyelesaikan konflik “dengan damai atau cara lain.” Perang tersebut telah mengganggu jalur pelayaran di Strait of Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Sementara itu, Iran memperkuat kendalinya atas Selat Hormuz dengan menjalin kerja sama dengan Iraq dan Pakistan untuk menyalurkan minyak dan LNG. Negara lain juga dikabarkan mempertimbangkan langkah serupa.

Trump dijadwalkan membahas konflik ini dengan Xi Jinping pekan ini. Washington menuntut Iran menghentikan program nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, sedangkan Teheran menuntut kompensasi perang, pencabutan sanksi, dan penghentian konflik di seluruh kawasan.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .