• Latest
Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T

Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T

July 23, 2026
Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

September 25, 2026
Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

September 25, 2026
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

September 25, 2026
Dikabarkan Mau Dicaplok Haji Isam, BCA Buka Suara

Dikabarkan Mau Dicaplok Haji Isam, BCA Buka Suara

September 25, 2026
Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

September 25, 2026
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

September 25, 2026
OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

September 25, 2026
Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, OJK Buka Suara

Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, OJK Buka Suara

September 25, 2026
Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Regulataor Buka Suara

Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Regulataor Buka Suara

September 25, 2026
Aturan Pelaporan Insidential di Pasar Modal Terbit, Berlaku 1 Oktober

Aturan Pelaporan Insidential di Pasar Modal Terbit, Berlaku 1 Oktober

September 25, 2026
Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

September 25, 2026
Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

September 25, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, September 25, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T

2 months ago
in Market
Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tekanan likuiditas di pasar uang dan perbankan yang sempat terjadi pada akhir Juni 2026 kini mulai mereda. Perbaikan tersebut ditopang oleh langkah agresif operasi moneter BI serta sinergi dengan pemerintah melalui pengelolaan Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, kondisi likuiditas sempat mengetat pada pekan terakhir Juni. Hal itu tercermin dari kenaikan Indonesia Overnight Index Average (IndONIA), suku bunga acuan pasar uang overnight yang dikelola BI, yang sempat mendekati level 6,5%.

“Kalau dari sisi pasarnya, kita biasanya untuk melihat apakah likuiditas ketat atau tidak, melihat dari IndONIA, suku bunga di pasar uang overnight, di mana pada minggu terakhir Juni 2026, memang IndONIA sempat meningkat mencapai sekitar hampir 6,5%,” kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).

Merespons kondisi tersebut, BI segera menggelontorkan likuiditas ke pasar melalui berbagai instrumen operasi moneter, termasuk repurchase agreement (repo) dan swap valuta asing. Langkah ini membuat tekanan likuiditas berangsur menurun.

“Pada saat itu, kami menggelontorkan likuiditas, baik melalui kebijakan repo ataupun melalui efek swap, sehingga ada penambahan dana sekitar hampir mencapai Rp1.000 triliun di sekitar 25 Juni 2026, atau pekan ke-4 Juni 2026,” lanjut Destry.

Selain intervensi BI, pengelolaan SAL oleh Kementerian Keuangan juga turut membantu menjaga kecukupan likuiditas di sistem keuangan.

“Dengan bertambahnya likuiditas di pasar, kemudian juga ada kebijakan SAL yang terus dipertahankan oleh pemerintah dan bahkan pemerintah juga menambah likuiditas, jadi kita lihat sekarang kondisinya juga sudah mulai mereda,” terang Destry.

Sinergi kebijakan moneter dan fiskal tersebut mulai terlihat hasilnya. Kebutuhan perbankan terhadap fasilitas repo BI menurun seiring membaiknya kondisi likuiditas antarbank.

“Jadi kita lihat sekarang kondisinya juga sudah mulai mereda, dimana repo kami juga akhirnya turun, karena likuiditas sudah cukup, sehingga antar-bank juga mereka mulai mengurangi transaksi repo, sehingga posisi repo sekarang sudah mencapai sekitar Rp800-an triliun, dan juga kita lihat IndONIA-nya juga sudah turun saat ini di level sekitar 6,15%,” jelas Destry.

Destry menegaskan kondisi likuiditas perbankan secara umum masih berada dalam level yang sehat. Hal itu tercermin dari sejumlah indikator utama yang tetap kuat.

“Ini menandakan likuiditas kita makin membaik. Kita lihat beberapa indikator seperti AL per DPK yang masih di atas 24%, kemudian permodalan bank juga masih kuat 23% lebih, dan juga kalau kita lihat beberapa indikator lainnya yang terkait dengan likuiditas secara keseluruhan masih cukup baik dengan NPL yang terjaga,” ungkap Destry.

Likuiditas domestik juga mendapat tambahan dukungan dari derasnya arus modal asing yang masuk ke instrumen keuangan Indonesia, khususnya Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Kemudian ditambah lagi adanya dana asing yang masuk yang cukup signifikan, jadi kalau kita lihat sepanjang tahu ini, kita lihat untuk SBN dan juga SRBI, kita lihat sudah mencapai inflow sebesar Rp192 triliun,” pungkas Destry.

Perbaikan likuiditas ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan nasional, terutama setelah pasar sempat menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global dan kebutuhan likuiditas yang meningkat pada pertengahan tahun.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

September 25, 2026
Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

September 25, 2026
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

September 25, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .