• Latest
Media Asing Sorot Potensi Pasar Saham RI Downgrade Menjadi Standalone

Media Asing Sorot Potensi Pasar Saham RI Downgrade Menjadi Standalone

October 16, 2026
Breaking! Dasco Hingga Rosan Sambangi BEI

Breaking! Dasco Hingga Rosan Sambangi BEI

October 16, 2026
Pasar Saham Bergejolak, IHSG Tertekan Hingga 11%

Pasar Saham Bergejolak, IHSG Tertekan Hingga 11%

October 16, 2026
IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$, Ini Penyebabnya

October 16, 2026
Rupiah Tembus Rp18.000/US$, Inikah Efek Pengumuman MSCI?

Rupiah Tembus Rp18.000/US$, Inikah Efek Pengumuman MSCI?

October 16, 2026
MSCI Bikin IHSG-Rupiah Anjlok, Airlangga: Ini Tanda Tanya Besar!

MSCI Bikin IHSG-Rupiah Anjlok, Airlangga: Ini Tanda Tanya Besar!

October 16, 2026
Airlangga Buka Suara Dolar Sentuh Rp18.000: Gara-Gara MSCI!

Airlangga Buka Suara Dolar Sentuh Rp18.000: Gara-Gara MSCI!

October 16, 2026
BEI Kaget MSCI Mau Downgrade Saham RI, Padahal Baru Ketemu di Bangkok

BEI Kaget MSCI Mau Downgrade Saham RI, Padahal Baru Ketemu di Bangkok

October 16, 2026
Rumor Haji Isam Caplok BCA, Ini Pernyataan OJK

Rumor Haji Isam Caplok BCA, Ini Pernyataan OJK

October 16, 2026
Menkeu, Bos BI, OJK, & LPS Rapat Sama Menko Airlangga Siang Ini

Menkeu, Bos BI, OJK, & LPS Rapat Sama Menko Airlangga Siang Ini

October 16, 2026
BEI Respons Soal Potensi MSCI Menurunkan Status Pasar Saham RI

BEI Respons Soal Potensi MSCI Menurunkan Status Pasar Saham RI

October 16, 2026
Asing Keluar Rp2,92 Triliun di Sesi I, Saham BCA Paling Banyak DIbuang

Asing Keluar Rp2,92 Triliun di Sesi I, Saham BCA Paling Banyak DIbuang

October 16, 2026
Asing Kabur Rp2,92 Triliun di Sesi I, Saham BCA Paling Banyak DIbuang

Asing Kabur Rp2,92 Triliun di Sesi I, Saham BCA Paling Banyak DIbuang

October 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Media Asing Sorot Potensi Pasar Saham RI Downgrade Menjadi Standalone

1 hour ago
in People & Culture
Media Asing Sorot Potensi Pasar Saham RI Downgrade Menjadi Standalone
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Media asing menyoroti pasar saham Indonesia, Jumat (16/10/2026). Reuters misalnya menulis bagaimana indeks saham Indonesia anjlok 11% setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyatakan tengah mempersiapkan langkah yang dapat membuat pasar saham RI kehilangan status sebagai “Pasar Berkembang (Emerging Market)”.

Dalam laporan bertajuk “Global Markets-Most Asian stocks rise as calm returns after CoreWeave shock: Indonesia faces market downgrade“, bursa saham Asia terpantau bangkit setelah mengalami aksi jual besar-besaran pada perdagangan sebelumnya. Namun, pasar saham Indonesia justru bergerak berlawanan arah.

Reuters melaporkan indeks acuan saham Indonesia merosot 11% setelah MSCI menyatakan pasar saham RI tidak lagi memenuhi kriteria untuk menyandang status Emerging Market. Bahkan MSCI sedang menyiapkan langkah untuk mengeluarkan saham Indonesia dari sejumlah produk indeks yang menjadi acuan investor global.

“Saham-saham Asia menguat pada hari Jumat setelah aksi jual besar-besaran di sesi sebelumnya ketika investor membuang saham-saham teknologi karena pertanyaan tentang tumpukan utang perusahaan cloud CoreWeave memicu kekhawatiran tentang pembiayaan yang mendorong ledakan AI,” tulis laman itu.

“Pasar obligasi stabil setelah imbal hasil anjlok pada hari Kamis karena para pedagang membeli Treasury dan utang negara safe-haven lainnya. Dolar tertatih-tatih menuju kerugian mingguan pertamanya dalam lima minggu karena rendahnya imbal hasil (yield) AS mengikis daya tarik mata uang tersebut,” tambahnya.

“(Tapi) tolok ukur ekuitas Indonesia JKSE merosot 11% setelah MSCI mengatakan pasar saham negara tersebut tidak lagi layak untuk mendapatkan status ‘Emerging Market’ dan bersiap untuk menghilangkannya dari serangkaian produk yang dilacak oleh investor global, sebuah kemunduran besar yang kemungkinan besar akan membuat uang lari. Rupiah melemah sekitar 0,8% menjadi 95,0550 per dolar IDR.”

Hal senada juga disorot AFP melalui artikel berjudul “Indonesian stocks dive 11% as MSCI weighs market reclassification“. Dilaporkan bagaimana hal ini memicu kekhawatiran akan terjadi eksodus investasi asing.

“MSCI menyatakan bahwa menurut para investor, kemajuan yang memadai belum terlihat secara konsisten di seluruh pasar ekuitas Indonesia,” tulis laman tersebut merujuk pernyataan MSCI.

“Meskipun telah ada reformasi yang diumumkan, kekhawatiran signifikan tetap ada terkait disfungsi pasar, termasuk dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang masih terus terjadi serta kurangnya bukti penegakan hukum yang berarti,” tambahnya.

“Oleh karena itu, MSCI menilai klasifikasi Indonesia sebagai Emerging Market tidak lagi tepat, dan kini memulai konsultasi mengenai usulan untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri (Standalone Market),” lanjutnya.

“Klasifikasi ulang menjadi Pasar Perbatasan (Frontier Market) tidak akan mencerminkan kedalaman masalah pasar yang ada secara tepat.”

Sementara itu Bloomberg, negara-negara seperti Argentina, Lebanon, dan Palestina termasuk dalam kategori Pasar Mandiri (Standalone Market). Sementara tidak ada negara di Asia yang menyandang status tersebut.

Perlu diketahui, MSCI berbasis di New York. Perusahaan ini menyusun indeks internasional yang digunakan oleh para investor sebagai tolok ukur untuk menyeimbangkan portofolio mereka.

Perusahaan tersebut juga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi melalui indeks pasar Emerging Markets unggulannya, yang mencakup 1.200 perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$10 triliun (sekitar Rp 179,8 kuadriliun). Para manajer investasi di seluruh dunia mencermati negara mana saja yang dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari indeks MSCI, karena hal tersebut dapat memicu penyesuaian pada portofolio mereka.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! Dasco Hingga Rosan Sambangi BEI

Breaking! Dasco Hingga Rosan Sambangi BEI

October 16, 2026
Pasar Saham Bergejolak, IHSG Tertekan Hingga 11%

Pasar Saham Bergejolak, IHSG Tertekan Hingga 11%

October 16, 2026
IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000/US$, Ini Penyebabnya

October 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .