• Latest
OCBC (NISP) Teken Perjanjian Dengan HSBC, Caplok AUM Rp 89 T

OCBC (NISP) Teken Perjanjian Dengan HSBC, Caplok AUM Rp 89 T

May 5, 2026
Simak 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Simak 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

July 30, 2026
Kospi Korea Mulai Rebound, Simak Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini

Kospi Korea Mulai Rebound, Simak Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini

July 30, 2026
Usai Perry Warjiyo Mundur, DPR Tegaskan Stabilitas Moneter Terjaga

Usai Perry Warjiyo Mundur, DPR Tegaskan Stabilitas Moneter Terjaga

July 30, 2026
Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Melemah 6 Hari Beruntun

Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Melemah 6 Hari Beruntun

July 30, 2026
Bank Mandiri Dukung Pembayaran Tiket MRT Pakai Kartu Kredit

Bank Mandiri Dukung Pembayaran Tiket MRT Pakai Kartu Kredit

July 30, 2026
IHSG Koreksi 6 Hari Beruntun, Asing Terciduk Kompak Borong Saham Ini

IHSG Koreksi 6 Hari Beruntun, Asing Terciduk Kompak Borong Saham Ini

July 30, 2026
Inggris Mau Terbitkan Obligasi Perang, Apa Itu?

Inggris Mau Terbitkan Obligasi Perang, Apa Itu?

July 30, 2026
Ukraina Temukan Titik Lemah Rusia, Putin Waswas Negaranya Kalah

Ukraina Temukan Titik Lemah Rusia, Putin Waswas Negaranya Kalah

July 29, 2026
Ekonom Bank Asing Ungkap Kapan Dolar AS Bisa Balik ke Rp17.000/US$

Ekonom Bank Asing Ungkap Kapan Dolar AS Bisa Balik ke Rp17.000/US$

July 29, 2026
BNI Perkuat Fundamental Bisnis, Dukung Transformasi BUMN

BNI Perkuat Fundamental Bisnis, Dukung Transformasi BUMN

July 29, 2026
CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan

CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan

July 29, 2026
Tersenyumlah! Ada Peluang IHSG Balik ke Level 8.000 di Akhir Tahun

Tersenyumlah! Ada Peluang IHSG Balik ke Level 8.000 di Akhir Tahun

July 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, July 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

OCBC (NISP) Teken Perjanjian Dengan HSBC, Caplok AUM Rp 89 T

3 months ago
in People & Culture
OCBC (NISP) Teken Perjanjian Dengan HSBC, Caplok AUM Rp 89 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) telah menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) untuk mengakuisisi aset dan liabilitas dari retail banking dan wealth management-nya di Indonesia (International Wealth and Premier Banking/”IWPB Indonesia”). Hal itu diumumkan dalam siaran persnya, Senin (4/5/2026).

Portofolio ini mencakup simpanan nasabah, produk investasi, mencakup obligasi, reksa dana dan asuransi, kartu kredit, serta retail loans. Tanpa memperhitungkan one-off transaction costs, transaksi ini diperkirakan akan berdampak terhadap kinerja OCBC Indonesia setelah penyelesaian, yang diharapkan pada kuartal kedua 2027.

Total AUM yang akan dialihkan adalah Rp89,8 triliun, yang terdiri dari investasi nasabah dalam obligasi reksa dana serta asuransi sebesar Rp58,2 triliun dan simpanan nasabah sebesar Rp31,6 triliun. Sebagai bagian dari transaksi tersebut, akan dialihkan pula portofolio small retail loans nasabah sebesar Rp3,6 triliun.

Nilai total transaksi ditentukan berdasarkan prinsip kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual (willing-buyer, willing-seller), dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek bisnis IWPB Indonesia serta potensi sinergi yang dapat direalisasikan oleh OCBC Indonesia. Nilai Transaksi akan difinalisasi dan diumumkan setelah penyelesaian.

Adapun IWPB Indonesia melayani lebih dari 336.000 nasabah melalui 262 cabang yang dimilikinya. OCBC menyatakan nasabah IWPB Indonesia berpeluang memperluas bisnis wealth management. Setelah transaksi ini selesai, AUM OCBC Indonesia diperkirakan akan meningkat sekitar 25% serta mendorong pertumbuhan saldo kartu kredit lebih dari 150%.

Selain itu, transaksi ini juga akan menambah karyawan OCBC Indonesia sekitar 1.300 orang.

“Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia,” kata Presiden Direktur OCBC Indonesia, Parwati Surjaudaja dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, OCBC Indonesia menyatakan akan bekerja sama secara erat dengan HSBC Indonesia untuk memastikan proses migrasi nasabah dan karyawan berjalan lancar setelah penyelesaian akuisisi.

Proses integrasi pasca merger memang menjadi hal penting. Sebab, risiko mismatch mengintai transaksi ini.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2025, HSBC Indonesia mencatatkan penurunan kerja bottom line dan top line. Hal ini menyebabkan risiko dilusi return on equity (ROE) terhadap OCBC Indonesia.

Selain itu, akuisisi tersebut akan menimbulkan beban dari proses peleburan bisnis ritel HSBC Indonesia dengan OCBC Indonesia. Belum lagi dengan perbedaan preferensi nasabah HSBC Indonesia yang berasal dari segmen affluent alias nasabah tajir.

Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman menilai akuisisi bisnis ritel OCBC atas unit konsumer HSBC Indonesia secara strategis cukup rasional. Terutama dalam konteks ekspansi anorganik di pasar dengan basis kelas menengah yang besar.

Namun, ia menyebut risiko utama justru terletak pada fase integrasi mulai dari biaya peleburan sistem, perbedaan budaya organisasi, hingga potensi customer attrition, mengingat nasabah HSBC umumnya berasal dari segmen premium dengan ekspektasi layanan yang tinggi.

Dari sisi kinerja, Rizal menyebut potensi dilusi ROE dalam jangka pendek menjadi perhatian, terutama jika profitabilitas unit yang diakuisisi sedang menurun. Selain itu, perbedaan profil nasabah antara HSBC dan OCBC NISP berisiko menciptakan “mismatch” dalam strategi bisnis jika tidak dikelola dengan tepat.

“Artinya, keberhasilan transaksi ini sangat bergantung pada kualitas eksekusi post-merger integration baik dalam menjaga loyalitas nasabah maupun meningkatkan efisiensi. Jika berhasil, ini bisa menjadi lompatan strategis; namun jika tidak, beban biaya dan tekanan profitabilitas akan menjadi konsekuensi yang tidak kecil,” kata Rizal.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Simak 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Simak 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

July 30, 2026
Kospi Korea Mulai Rebound, Simak Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini

Kospi Korea Mulai Rebound, Simak Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini

July 30, 2026
Usai Perry Warjiyo Mundur, DPR Tegaskan Stabilitas Moneter Terjaga

Usai Perry Warjiyo Mundur, DPR Tegaskan Stabilitas Moneter Terjaga

July 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .