
Jakarta, CNBC Indonesia – Aksi borong saham oleh pengendali, dan para petinggi sejumlah emiten baik direksi dan komisaris terjadi setelah saham-saham berguguran akibat imbas dari pernyataan MSCI. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi terjadi pada 15 hingga 19 Oktober 2026, dengan nilai mulai dari ratusan juta rupiah hingga triliunan rupiah.
Transaksi terbesar datang dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). PT Sinergi Graha Kapital, yang membeli 1.415.652.000 saham WIFI pada 19 Oktober di harga Rp2.870 per saham, senilai sekitar Rp4,06 triliun. Sebelumnya perusahaan ini belum tercatat memiliki saham WIFI, dan kini kepemilikannya mencapai 26,667%. Tujuan pembelian dilaporkan sebagai investasi jangka panjang, dan Sinergi Graha Kapital menyatakan bukan pengendali.
Selain itu, ada emiten Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), yang mana sahamnya diborong oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebanyak 265 juta saham pada 16 Oktober di harga Rp925 per saham, senilai sekitar Rp245,1 miliar. Namun, transaksi ini berstatus repurchase agreement dengan tujuan reverse repo.
Pemegang saham pengendali PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Terang Anugrah Abadi, ikut menambah porsi. Perusahaan ini membeli 4,35 juta saham pada 16 Oktober di harga Rp1.615 per saham, lalu menambah 650 ribu saham pada 19 Oktober di harga Rp1.505. Total 5 juta saham diborong dengan nilai sekitar Rp8,0 miliar,
Dari jajaran direksi dan komisaris, dua petinggi PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) tercatat membeli saham. Direktur George Oetomo membeli 1,8 juta saham pada 16 Oktober di harga Rp1.720 per saham, sekitar Rp3,1 miliar, sehingga kepemilikannya naik dari 51.056.100 saham (0,2572%) menjadi 52.856.100 saham (0,2662%).
Sementara Komisaris TAPG Arif Rachmat membeli 623.000 saham pada 19 Oktober di harga Rp1.685 per saham, sekitar Rp1,05 miliar, sehingga kepemilikannya naik dari 2.865.000 saham (0,0144%) menjadi 3.488.000 saham (0,0175%). Keduanya menyatakan tujuan investasi dan bukan pengendali.
Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga menyampaikan bahwa Direktur Raymond, melakukan empat kali pembelian pada 16 Oktober, seluruhnya di harga Rp1.205 per saham, masing-masing 150.000, 400.000, 150.000, dan 300.000 saham. Totalnya 1.000.000 saham senilai sekitar Rp1,2 miliar.
Selain itu, petinggi PT Medela Potentia Tbk (MDLA), Juliwaty yang menjabat sebagai Direktur juga melakukan enam kali pembelian pada 15 dan 16 Oktober. Harga bergerak dari Rp208 per saham pada 15 Oktober ke kisaran Rp187 hingga Rp190 pada 16 Oktober. Total 1.384.400 saham dibeli dengan nilai sekitar Rp276 juta,
Ada juga, Direktur PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), Saleh, membeli 114.800 saham pada 16 Oktober di harga Rp1.310 per saham, sekitar Rp150 juta, sehingga kepemilikannya naik dari 6.054.000 saham (0,178%) menjadi 6.168.800 saham (0,181%).
(rob/rob)


















