• Latest
Raja Ritel Indonesia Tumbang Seketika, Diambil Alih Keluarga Riady

Raja Ritel Indonesia Tumbang Seketika, Diambil Alih Keluarga Riady

July 11, 2026
IHSG Anjlok 1,02%, Asing Malah Serok 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1,02%, Asing Malah Serok 10 Saham Ini

October 2, 2026
IHSG Sempat Dibawah Level 6.000, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Sempat Dibawah Level 6.000, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 2, 2026
Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

October 2, 2026
Era Media SejahteraSiapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

Era Media SejahteraSiapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

October 1, 2026
Astra Agro Lestari Siapkan Buyback Saham hingga Rp400 Miliar

Astra Agro Lestari Siapkan Buyback Saham hingga Rp400 Miliar

October 1, 2026
Dua Petinggi Link Net Kompak Mundur Bersamaan

Dua Petinggi Link Net Kompak Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

October 1, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

October 1, 2026
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Raja Ritel Indonesia Tumbang Seketika, Diambil Alih Keluarga Riady

3 months ago
in Lifestyle
Raja Ritel Indonesia Tumbang Seketika, Diambil Alih Keluarga Riady
Share on FacebookShare on Twitter




Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Matahari sudah menjadi salah satu nama besar di industri ritel Indonesia, dan selama bertahun-tahun dikenal sebagai tujuan masyarakat untuk berbelanja berbagai kebutuhan fesyen. Hingga kini, perusahaan tersebut mengoperasikan 155 gerai yang tersebar di 81 kota di seluruh Indonesia.

Namun, kesuksesan itu berawal dari sebuah usaha kecil yang dibangun puluhan tahun lalu. Awalnya, Hari Darmawan mendirikan toko pakaian bernama Micky Mouse di kawasan Pasar Baru pada 1960. Toko tersebut menjual pakaian impor sekaligus koleksi bermerek MM Fashion, label yang diproduksi oleh sang istri.

Sebetulnya, bisnis Micky Mouse selama lima tahun pertama moncer karena mereka punya pasar tersendiri. Namun, Hari memendam rasa iri terhadap toko sebelah bernama De Zion sebab toko ini selalu ramai dan dikunjungi oleh orang-orang kaya.

Upaya mencontek kesuksesan De Zion selalu dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, keinginan mengakuisisi toko itu muncul kembali pada 1968.

Terdengar kabar kalau pemilik De Zion ingin menjual tokonya. Seketika, Hari bergegas langsung membelinya.

Mengutip Kristin Samah & Sigit Triyono dalam Filosofi Bisnis Matahari (2017), bermodalkan pinjaman US$ 200 juta dari Citibank, Hari sukses mengakuisisi dua toko De Zion di Jakarta dan Bogor. De Zion langsung diganti nama menjadi “Matahari”.

“De Zion dalam bahasa Belanda artinya kan Matahari,” kata Hari Darmawan, seperti dikutip Muhammad Ma’ruf dalam 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010).

Untuk mengembangkan toko barunya itu, Hari mencontek toko retail Jepang, Sogo Department Store. Dia ingin Matahari seperti Sogo yang menjual baju selengkap mungkin agar konsumen bisa memilih barang terbaik dan murah.

Alhasil, berkat meniru strategi Sogo, Matahari pun mendapat banyak pengunjung. Matahari kemudian berkembang pesat sepanjang 1970-1980. Gerainya pun tak hanya menjual pakaian, tetapi juga perhiasan, tas, sepatu, kosmetik, peralatan elektronik, mainan, alat tulis, buku dan lainnya.

Perkembangan pesat itu membuat Hari mampu membuka gerai lain di luar kota pada tahun 1990-an.

Hampir di seluruh kota di Indonesia terdapat Matahari. Tak ada yang tidak mengenal Matahari. Bahkan, saking jayanya Matahari percaya diri untuk melantai di bursa saham.

Pada 1989, PT Matahari Department Store Tbk resmi menjual sahamnya kepada publik dengan kode emiten LPPF.

Walau demikian, kebesaran Matahari tak membuat Hari puas diri. Meski sudah jadi raja, dia ingin menjadikan Matahari sebagai pusat bisnis ritel penting di Indonesia. Ambisinya besar: membuat 1.000 gerai Matahari.

Pada saat bersamaan, keinginan itu didengar oleh James Riady, bankir muda dan anak dari konglomerat pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. James berniat memberi dana pinjaman kepada Hari sebesar Rp 1,6 triliun.

Hari setuju dan mendapat pinjaman sebesar itu dengan bunga rendah. Namun, di sinilah letak masalahnya dan tak pernah disangka oleh Hari.

Masih mengutip 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010), tak lama setelah pinjaman itu cair, James Riady berniat berbisnis retail juga. Dia benar-benar membawa merek retail ternama asal AS ke Indonesia, yakni WalMart.

Menariknya, WalMart didirikan persis di depan Matahari. Jadi, ketika ada Matahari, pasti ada WalMart. Kasusnya mirip seperti Indomaret dan Alfamart yang selalu berdekatan.

Kemunculan WalMart jelas menjadi sinyal merah persaingan usaha bagi Matahari. Namun, Hari tetap tidak mau kalah dari pesaing sekaligus pemberi pinjamannya.

Dia tetap fokus menjalankan Matahari. Dan kenyataannya, WalMart kalah saing dan Matahari tetap jadi raja.

Namun, pada tahun 1996 kabar mengejutkan datang. Hari dan Matahari yang sedang berada di masa jaya tiba-tiba menerima tawaran pembelian Matahari dari James. Artinya, sejak itulah Matahari yang beromset Rp 2 triliun resmi menjadi Lippo Group.

Penjualan ini menimbulkan spekulasi liar. Sebab, banyak yang heran karena Matahari kala itu sangat sukses dan jaya. Hari tak mungkin bangkrut karena Matahari pasti bakal berjalan.

Sejak akuisisi itu, Matahari resmi jadi milik Lippo Group. Nama Hari Darmawan pun perlahan mulai meredup.

(fab/fab)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Anjlok 1,02%, Asing Malah Serok 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1,02%, Asing Malah Serok 10 Saham Ini

October 2, 2026
IHSG Sempat Dibawah Level 6.000, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Sempat Dibawah Level 6.000, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 2, 2026
Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

October 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .