• Latest
Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530

Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530

September 10, 2026
Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an

Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an

October 29, 2026
Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

October 29, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

October 29, 2026
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

October 29, 2026
Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

October 29, 2026
Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

October 29, 2026
Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

October 29, 2026
Saham Naik 149%, BEI Gembok Perdagangan Emiten Pemilik CFC (PTSP)

Saham Naik 149%, BEI Gembok Perdagangan Emiten Pemilik CFC (PTSP)

October 29, 2026
Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

October 29, 2026
Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

October 29, 2026
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530

2 months ago
in Market
Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini.

Data Refinitiv menunjukkan rupiah terdepresiasi 0,17% dan menutup perdagangan Kamis (10/9/2026) di posisi Rp17.530/US$. Berbalik dibandingkan posisi pembukaan di Rp17.495/US$ atau menguat 0,03%.

Pelemahan tersebut juga membalikkan penguatan tajam pada perdagangan sebelumnya Rabu (9/9/2026), pada saat rupiah ditutup melesat 0,71% ke level Rp17.500/US$. Meski terkoreksi, rupiah masih berada di sekitar posisi terkuatnya dalam hampir 17 pekan terakhir.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,10% ke posisi 98,721.


Pergerakan rupiah hari ini terjadi di tengah kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. 

Harga minyak Brent masih bertahan di atas US$100 per barel setelah menembus level tersebut pada perdagangan Rabu kemarin. Kenaikan terjadi ketika Iran dan AS tengah melancarkan gelombang serangan terbesar terhadap jalur pelayaran di selat Hormuz sejak perang dimulai.

Konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. 

Kenaikan harga energi juga mendorong kekhawatiran terhadap inflasi sehingga imbal hasil obligasi global kembali meningkat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bahkan menyentuh posisi tertinggi sejak 2023.

Kenaikan imbal hasil dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar dan menekan mata uang negara berkembang. Namun, kondisi tersebut belum mampu mengangkat DXY yang kembali turun ke sekitar level 98,7.

Dolar AS masih tertahan oleh penguatan yen Jepang yang berada di sekitar level tertinggi dalam tujuh bulan. Pasar memperkirakan Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga pada pekan depan.

Pelaku pasar juga menantikan data inflasi produsen AS yang dirilis Kamis waktu setempat dan inflasi konsumen pada Jumat. Keduanya menjadi rangkaian data utama terakhir sebelum bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) menggelar rapat pada 15-16 September.

Saat ini, pelaku pasar memperhitungkan peluang sekitar 60% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan ini, setelah laporan tenaga kerja AS pekan lalu lebih kuat dibandingkan perkiraan.

Dalam menanggapi kenaikan harga minyak global, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN masih mampu menahan dampak kenaikan harga minyak dunia hingga sekitar US$100 per barel.

“Anggarannya masih cukup seperti yang kita hitung sebelumnya,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah belum berencana menambah kuota subsidi energi, tetapi akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia.

Perhitungan fiskal pemerintah dengan asumsi defisit APBN sebesar 2,85% terhadap produk domestik bruto (PDB) telah memasukkan kemungkinan harga minyak berada di kisaran US$100 per barel.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an

Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an

October 29, 2026
Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

October 29, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .