• Latest
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.810

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.810

January 9, 2026
Ada Kabar Baik dari Domestik & Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363

Ada Kabar Baik dari Domestik & Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363

August 5, 2026
Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp10,8 T di Semester I-2026

Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp10,8 T di Semester I-2026

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Rupiah Perkasa, Dolar Turun Jadi Rp17.905

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% & Rupiah Perkasa, Dolar Turun Jadi Rp17.905

August 5, 2026
OJK Wajibkan Pindar Lapor Transaksi dan Larang Jual Beli Data Nasabah

OJK Wajibkan Pindar Lapor Transaksi dan Larang Jual Beli Data Nasabah

August 5, 2026
Harapan Damai di Selat Hormuz, Harga Minyak Emas & Emas Anjlok

Harapan Damai di Selat Hormuz, Harga Minyak Emas & Emas Anjlok

August 5, 2026
Dikabarkan Mau Caplok Raksasa Tambang Australia, Bos BUMI Buka Suara

Dikabarkan Mau Caplok Raksasa Tambang Australia, Bos BUMI Buka Suara

August 5, 2026
Video: Jelang Rilis PDB, IHSG Menghijau dan Rupiah Menguat

Video: Jelang Rilis PDB, IHSG Menghijau dan Rupiah Menguat

August 5, 2026
Jelang Rilis PDB, IHSG Dibuka Menghijau dan Rupiah Menguat ke Rp 17.960

Jelang Rilis PDB, IHSG Dibuka Menghijau dan Rupiah Menguat ke Rp 17.960

August 5, 2026
Rombak Manajemen, Ini Susunan Direksi Terbaru Bank UOB Indonesia

Rombak Manajemen, Ini Susunan Direksi Terbaru Bank UOB Indonesia

August 5, 2026
BEI Gembok Saham MDIA dan WIKA, Ini Penyebabnya

BEI Gembok Saham MDIA dan WIKA, Ini Penyebabnya

August 5, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, August 5, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.810

7 months ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp16.810
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (9/1/2026).

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.810/US$, atau terdepresiasi sebesar 0,15%. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (8/1/2026), rupiah ditutup melemah 0,09% di posisi Rp16.785/US$.

Sementara itu, hingga pukul 09.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) terpantau bergerak stabil di level 98,940, setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 0,25% dan ditutup di kisaran 98,934.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global.

Hal ini menunjukkan masih tingginya minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi dolar AS, yang dapat meningkatkan tekanan terhadap mata uang lainnya, terutama mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk rupiah.

Dolar AS menguat seiring pelaku pasar menantikan rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (nonfarm payrolls/NFP) terbaru. Data tersebut dinilai krusial untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS, terutama setelah periode ketidakpastian akibat gangguan aktivitas pemerintahan sebelumnya.

Selain NFP, pasar juga mencermati perkembangan data klaim pengangguran mingguan yang menunjukkan kenaikan tipis jumlah pengajuan tunjangan pengangguran, serta dinamika tingkat pengangguran yang dinilai berpotensi menjadi penentu utama arah kebijakan suku bunga ke depan.

Di sisi lain, pelaku pasar global juga mewaspadai potensi sentimen tambahan dari putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kewenangan Presiden AS dalam menerapkan tarif perdagangan berbasis status darurat. Putusan tersebut berpotensi mempengaruhi arah kebijakan perdagangan AS dan menambah ketidakpastian di pasar global.

Ekspektasi pasar suku bunga saat ini menunjukkan peluang yang semakin besar bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC akhir Januari mendatang. Kondisi ini turut menopang penguatan dolar AS dapat memberikan tekanan bagi rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada Kabar Baik dari Domestik & Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363

Ada Kabar Baik dari Domestik & Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363

August 5, 2026
Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp10,8 T di Semester I-2026

Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp10,8 T di Semester I-2026

August 5, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, IHSG Langsung Menguat 0,62%

August 5, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .