• Latest
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.980

Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.980

August 3, 2026
Angkasa Pura Alihkan Seluruh Saham GMFI ke InJourney Senilai Rp 5,6 T

Angkasa Pura Alihkan Seluruh Saham GMFI ke InJourney Senilai Rp 5,6 T

November 3, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,78% ke 4.904,29

IHSG Ditutup Anjlok 3,78% ke 4.904,29

November 3, 2026
‘Ratu’ Korut Buka Suara soal Tuduhan Hack Binance Rp 114 T

‘Ratu’ Korut Buka Suara soal Tuduhan Hack Binance Rp 114 T

November 3, 2026
PGN Pertegas Komitmen Pengembangan Energi Rendah Karbon

PGN Pertegas Komitmen Pengembangan Energi Rendah Karbon

November 3, 2026
Ketua KPK Buka-bukaan soal Kasus Djarum, Diusut sejak September

Ketua KPK Buka-bukaan soal Kasus Djarum, Diusut sejak September

November 3, 2026
Tugure Raih Best Reinsurance Financial Resilience & Sustainable Growth

Tugure Raih Best Reinsurance Financial Resilience & Sustainable Growth

November 3, 2026
Rupiah Berhasil Menguat, Dolar AS Ditutup ke Rp18.135

Rupiah Berhasil Menguat, Dolar AS Ditutup ke Rp18.135

November 3, 2026
OJK Cabut Izin Pratama Capital, 15 Produk Reksa Dana Dibubarkan

OJK Cabut Izin Pratama Capital, 15 Produk Reksa Dana Dibubarkan

November 3, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

November 3, 2026
OJK Ingin RI Punya 4 Bank Syariah Selevel BSI

OJK Ingin RI Punya 4 Bank Syariah Selevel BSI

November 3, 2026
Indonesia Jadi Pasar Empuk Industri AI, Kok Bisa?

Indonesia Jadi Pasar Empuk Industri AI, Kok Bisa?

November 3, 2026
OJK Sanksi Aurora Asset Rp2,57 M, 5 Produk Reksa Dana Wajib Bubar

OJK Sanksi Aurora Asset Rp2,57 M, 5 Produk Reksa Dana Wajib Bubar

November 3, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, November 3, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.980

3 months ago
in Lifestyle
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.980
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini. Mata uang Garuda pun mencatatkan penguatan selama dua hari perdagangan beruntun.

Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Senin (3/8/2026), rupiah ditutup terapresiasi 0,06% ke posisi Rp17.980/US$.

Penguatan rupiah menyusut dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi. Rupiah mengawali perdagangan dengan menguat 0,22% ke level Rp17.950/US$, kemudian melemah 30 poin hingga penutupan.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada rentang Rp17.950-Rp17.995/US$. Meski sempat mendekati kembali level psikologis Rp18.000/US$, rupiah berhasil bertahan di zona hijau.

Penguatan tersebut melanjutkan kinerja positif pada Jumat (31/7/2026), ketika rupiah ditutup menguat 0,47% ke posisi Rp17.990/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,12% ke posisi 99,793.


Pelemahan dolar AS menjadi salah satu penopang pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Greenback masih tertekan setelah Jepang dan AS melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing untuk menopang yen.

Intervensi tersebut mendorong penguatan yen dan membuat DXY kembali bergerak di bawah level 100. Sepanjang pekan lalu, indeks dolar AS telah merosot lebih dari 1,5%.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga tengah mencermati hasil pengumuman inflasi Juli 2026 dan neraca perdagangan Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi sebesar 0,14% secara bulanan pada Juli 2026. Kondisi tersebut berbalik dari inflasi 0,44% pada Juni.

Secara tahunan, inflasi melandai menjadi 2,88% pada Juli dari 3,34% pada bulan sebelumnya. Realisasi tersebut juga lebih rendah dibandingkan konsensus pasar yang memperkirakan inflasi sebesar 0,11% secara bulanan dan 3,2% secara tahunan.

Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit. Padahal, nilai ekspor pada Juni tumbuh 8,8% secara tahunan, berbalik dari kontraksi 5,73% pada Mei.

Kenaikan ekspor tersebut belum cukup membawa neraca perdagangan kembali ke dalam surplus. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan rupiah pada perdagangan hari ini.

Data inflasi dan neraca perdagangan akan menjadi bahan pertimbangan Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan. BI juga akan tetap mencermati stabilitas rupiah, perkembangan ekonomi global, dan arus modal asing sebelum mengambil keputusan suku bunga.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Angkasa Pura Alihkan Seluruh Saham GMFI ke InJourney Senilai Rp 5,6 T

Angkasa Pura Alihkan Seluruh Saham GMFI ke InJourney Senilai Rp 5,6 T

November 3, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,78% ke 4.904,29

IHSG Ditutup Anjlok 3,78% ke 4.904,29

November 3, 2026
‘Ratu’ Korut Buka Suara soal Tuduhan Hack Binance Rp 114 T

‘Ratu’ Korut Buka Suara soal Tuduhan Hack Binance Rp 114 T

November 3, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .