• Latest
Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

April 17, 2026
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180

7 months ago
in Market
Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.180
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (17/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus mengakhiri perdagangan jelang akhir pekan di zona merah dengan koreksi sebesar 0,32% ke level Rp17.180/US$. Level tersebut menjadi posisi penutupan terlemah rupiah sepanjang masa yang baru. Kondisi ini juga membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.200/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 98,240.


Pelemahan rupiah hari ini terutama dipengaruhi faktor eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global yang kembali menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah. Tekanan tersebut juga tercermin dari pergerakan mayoritas mata uang Asia yang terpantau melemah terhadap greenback.

Kondisi ini menunjukkan dolar AS kembali diburu pelaku pasar global. Padahal sebelumnya, sentimen pasar sempat membaik seiring gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta prospek pembicaraan baru antara AS dan Iran, yang sempat mendorong investor melepas aset safe haven.

Gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku pada Kamis kemarin. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa pertemuan lanjutan antara AS dan Iran berpeluang digelar pada akhir pekan ini.

Meski begitu, negosiator AS dan Iran dilaporkan mulai menurunkan ambisi untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif. Kini, kedua pihak disebut lebih fokus mengejar nota kesepahaman sementara untuk mencegah konflik kembali pecah, sementara isu nuklir masih menjadi hambatan utama.

Pelaku pasar kini juga mencermati bagaimana bank sentral akan merespons tekanan inflasi yang dipicu perang, terutama dari lonjakan harga energi. Sejauh ini, mayoritas otoritas moneter masih mengambil sikap hati-hati.

Ekspektasi pasar menunjukkan Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) diperkirakan akan menahan suku bunga tetap stabil tahun ini. Ini merupakan perubahan besar dibandingkan sebelum perang pecah, ketika pasar masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga.

(evw/evw)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .