• Latest
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

September 28, 2026
Toba Surimi Rombak Susunan Manajemen, Beston Baro Jadi Dirut

Toba Surimi Rombak Susunan Manajemen, Beston Baro Jadi Dirut

September 28, 2026
DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

September 28, 2026
Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

September 28, 2026
ENRG Incar Dana Rp4,1 T dari Rights Issue

ENRG Incar Dana Rp4,1 T dari Rights Issue

September 28, 2026
Ekonomi Tahun Ini Suram, Gubernur BI Ramal 2027 Ada Perbaikan

Ekonomi Tahun Ini Suram, Gubernur BI Ramal 2027 Ada Perbaikan

September 28, 2026
Di Depan DPR, Destry Ungkap Kebijakan BI Saat Dunia Gonjang Ganjing!

Di Depan DPR, Destry Ungkap Kebijakan BI Saat Dunia Gonjang Ganjing!

September 28, 2026
Anak Konglomerat Keluarga Bakrie Ini Borong Saham BRMS 750.500 Saham

Anak Konglomerat Keluarga Bakrie Ini Borong Saham BRMS 750.500 Saham

September 28, 2026
Dihadap DPR Destry Ungkap Arah Kebijakan BI di Era Higher for Longer

Dihadap DPR Destry Ungkap Arah Kebijakan BI di Era Higher for Longer

September 28, 2026
Indosat (ISAT) Rombak Transaksi Fiber Optik, Ada Cuan Rp1,64 Triliun

Indosat (ISAT) Rombak Transaksi Fiber Optik, Ada Cuan Rp1,64 Triliun

September 28, 2026
Kuras Cadev, BI Kurangi Intervensi Rupiah di Pasar Spot! Sisa 30%

Kuras Cadev, BI Kurangi Intervensi Rupiah di Pasar Spot! Sisa 30%

September 28, 2026
Investor Asing Net Sell Rp129 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Investor Asing Net Sell Rp129 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

September 28, 2026
BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T

BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T

September 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

44 minutes ago
in People & Culture
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah semakin berat pada perdagangan awal pekan ini. Mata uang Garuda ditutup melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000/US$.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan Senin (28/9/2026) di posisi Rp17.965/US$ atau terdepresiasi 0,53%. Posisi tersebut hanya berjarak 35 poin dari level psikologis Rp18.000/US$.

Tekanan sudah terlihat sejak awal perdagangan ketika rupiah dibuka melemah 0,22% di level Rp17.920/US$.

Pelemahan berlanjut sepanjang perdagangan hingga dolar AS sempat menyentuh Rp17.985/US$, sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah hari ini. Menjelang penutupan, rupiah hanya mampu menguat 20 poin dari level tersebut.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,16% ke posisi 101,135.


Pelemahan rupiah terjadi ketika dolar AS kembali menguat terhadap berbagai mata uang dunia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai fenomena strong dollar tersebut terutama dipicu kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

The Fed baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. BI juga masih memperkirakan bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga satu kali lagi pada kuartal IV-2026.

Ekspektasi tersebut membuat aset berdenominasi dolar semakin menarik dan mendorong DXY kembali menembus level 101. Kondisi ini pada saat bersamaan menambah tekanan terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Menurut Destry, pengetatan kebijakan moneter global tidak terlepas dari tekanan inflasi yang masih tinggi. Inflasi global kini telah mencapai 4,6%, sehingga mendorong bank-bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Tekanan inflasi turut dipicu kenaikan harga komoditas energi akibat konflik yang belum mereda di berbagai kawasan, terutama Timur Tengah.

Destry menyebut harga minyak pada 24 September 2026 telah mencapai US$125,53 per barel. Posisi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata pada Agustus 2026 yang berada di kisaran US$90,88 per barel.

Tingginya suku bunga AS juga memberikan tekanan terhadap aliran modal asing. Kondisi ini membuat BI terus mengarahkan kebijakan moneternya untuk menjaga stabilitas eksternal dan nilai tukar rupiah.

“Kebijakan moneter akan lebih pro-stability, lainnya kita arahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Destry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (28/9/2026).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Toba Surimi Rombak Susunan Manajemen, Beston Baro Jadi Dirut

Toba Surimi Rombak Susunan Manajemen, Beston Baro Jadi Dirut

September 28, 2026
DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini

September 28, 2026
Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

September 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .