• Latest
Rupiah Terkapar, Dolar AS Naik Jadi Rp 16.435

Rupiah Terkapar, Dolar AS Naik Jadi Rp 16.435

September 16, 2025
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

July 21, 2026
Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

July 21, 2026
IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

July 21, 2026
BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

July 21, 2026
Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

July 21, 2026
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

July 21, 2026
Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

July 21, 2026
Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

July 21, 2026
Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

July 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, July 22, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Rupiah Terkapar, Dolar AS Naik Jadi Rp 16.435

10 months ago
in Economy
Rupiah Terkapar, Dolar AS Naik Jadi Rp 16.435
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Refinitiv, pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (16/9/2025) rupiah terdepresiasi 0,18% ke posisi Rp16.435/US$.

Hal ini cukup mengejutkan, lantaran sejak pembukaan hingga menjelang penutupan rupiah masih terpantau menguat, bahkan sempat menyentuh level Rp16.358/US$. Namun, menjelang akhir sesi, rupiah berbalik arah dan terkoreksi hanya beberapa menit sebelum perdagangan ditutup.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau tengah mengalami pelemahan 0,23% di level 97,082. Hal ini melanjutkan pelemahan sejak perdagangan kemarin, dimana DXY ditutup melemah 0,25% di level 97,302.


Pergerakan rupiah pada hari ini tidak sejalan dengan indeks dolar AS yang tengah mengalami pelemahan.

DXY tertekan seiring meningkatnya keyakinan investor bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan dalam rapat FOMC yang berlangsung 16-17 September 2025. Keputusan tersebut akan diumumkan Rabu malam waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Selain itu, Presiden Donald Trump kembali menekan Ketua The Fed Jerome Powell untuk melakukan pemangkasan suku bunga yang lebih besar dengan alasan pelemahan sektor perumahan.

Data pasar tenaga kerja AS yang terus melemah dalam beberapa pekan terakhir juga semakin memperkuat spekulasi pelonggaran moneter bank sentral AS, sehingga menekan dolar AS lebih dalam.

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan Rabu (17/9/2025).

Menurut Senior Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Bank Indonesia diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya.

“Kami memperkirakan BI pada Rapat Dewan Gubernur pekan ini, yang akan diumumkan pada tanggal 17 besok akan menahan suku bunga pada 5,0%. BI sudah cukup agresif menurunkan suku bunga pada siklus pelonggaran moneter saat ini, yakni sejak September 2024 lalu dengan total pemangkasan sebesar 125 bps hingga Agustus 2025 kemarin,” tulis Rully dikutip dari riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS ke Rp16.280




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .