• Latest
Saham Blue Chip & Perbankan Jadi Beban IHSG Tahun Ini, Kenapa?

Saham Blue Chip & Perbankan Jadi Beban IHSG Tahun Ini, Kenapa?

July 3, 2025
Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

October 25, 2026
Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

October 25, 2026
Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

October 25, 2026
Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

Raja Mobil Dunia Diambang Kebangkrutan, Tandanya Makin Terlihat

October 24, 2026
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU

October 24, 2026
Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

Singapura Sebut PT PML Penyebab Karhutla RI, Emiten Ini Buka Suara

October 24, 2026
2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

2 Ketegori Aset Kripto Dapat ‘Kode’ Halal dari MUI, Ini Bocorannya

October 24, 2026
Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

Kata-Kata Bos Danantara Soal Harga Saham Saat Sentimen MSCI Melanda

October 24, 2026
Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

Bersaing Dengan LPG Non Subsidi, Ini Sumber Cuan Bisnis CNG

October 24, 2026
Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

Ungkap Efek Penilaian MSCI ke Minat Investasi & IPO Saham

October 24, 2026
2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

2 Pengusaha Properti Bangkrut Rampok Bank Rp157 M, Ditangkap-Diampuni

October 24, 2026
Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

Ekspansi Panas Bumi 1 GW, Geo Dipa Energi Bakal Rilis Obligasi

October 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, October 25, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Saham Blue Chip & Perbankan Jadi Beban IHSG Tahun Ini, Kenapa?

1 year ago
in Economy
Saham Blue Chip & Perbankan Jadi Beban IHSG Tahun Ini, Kenapa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia telah resmi memasuki paruh kedua. Dalam enam bulan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi 2,15% ke 6.927,68 pada penutupan perdagangan Senin, 30 Juni 2025. Sebelumnya akhir tahun lalu IHSG ditutup di level 7.079,91.

Adapun biang kerok utama IHSG yang masih tertekan terjadi karena koreksi dalam yang dialami oleh sejumlah perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar jumbo, termasuk bank-bank raksasa di Indonesia. Selain itu sejumlah sentimen negatif yang membayangi perekonomian global ikut menjadi tantangan berat.

Tahun ini IHSG mengalami banyak tekanan, khususnya dari sentimen yang datang dari global. Tarif dan perang dagang yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi tantangan terberat yang mana pada level terendah indeks sempat terkoreksi 15,71% akibat ketakutan investor akan dampak atas perang dagang ke ekonomi global. Selain itu sejumlah sentimen lain, seperti perang di Timur Tengah hingga kebijakan moneter dan fiskal dalam negeri ikut memainkan peran penting atas pergerakan IHSG tahun ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, Barito Renewables Energy (BREN) menjadi laggard utama IHSG tahun ini yang berkontribusi atas pelemahan 131 indeks poin. Emiten milik Prajogo Pangestu yang pernah menjadi perusahaan paling berharga di BEI ini diketahui melemah 36,66% hingga paruh pertama tahun ini.

Selanjutnya ada trio emiten perbankan raksasa RI yakni Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang ikut menekan secara signifikan kinerja IHSG. BMRI hingga tengah tahun turun 14,39% dan memangkas 73 indeks poin, BBCA turun 10,34% yang menghapus 65 indeks poin serta BBRI melemah 8,33% dengan sumbangsih pelemahan 52 indeks poin.

Direktur Panin Asset Management (Panin AM), Rudiyanto menilai kinerja laporan keuangan perbankan menjadi alasan utama saham emiten perbankan blue chip tersungkur tahun ini.

“4 Bank besar selain BBCA, mengalami stagnasi atau penurunan (kinerja keuangan) seiring dengan kualitas kredit yang kurang baik dan atau perlambatan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Rudiyanto kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (3/7/2025).

Dirinya menambahkan, reaksi asing terhadap beberapa kebijakan pemerintah juga kurang positif sehingga mengakibatkan investor asing mengurangi bobot Indonesia.

“Hal ini terlihat dari arus modal asing keluar dari RI (net sell) yang deras,” jelasnya.

Panin AM memproyeksi IHSG dapat menyentuh level 7.400 di akhir tahun, namun hal tersebut sangat tergantung pada kinerja keuangan pada dua kuartal ke depan, setelah IHSG cenderung stagnan dan turun pada semester pertama tahun ini.

Dirinya menyebut ada sejumlah sentimen positif yang mampu mengerek harga IHSG akhir tahun ini, termasuk terkait kebijakan fiskal dan moneter.

“Dari pemerintah, tampak ada beberapa revisi kebijakan seperti blokir anggaran yang sudah dibuka kembali, tapi proses ke masyarakat dan ekonomi riil masih butuh waktu. Sementara itu, Penurunan suku bunga bisa menjadi sentimen positif, tapi makro secara internal juga mesti mendukung, kalau tidak, kenaikannya bersifat sementara,” terang Rudiyanto.

Senada, Nafan Aji Gusta, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mengungkapkan Pertumbuhan kredit perbankan saat ini rata-rata masih satu digit masih menjadi tantangan utama emiten yang bergerak di sektor perbankan.

Meski demikian, dia menyebut ada harapan bahwa kebijakan pelonggaran moneter dari Bank Indonesia dapat meningkatkan likuiditas pasar, sehingga mendorong ekspansi kredit berkualitas. Ini akan menjadi hal baik bagi perbankan, mengingat sektor-sektor lain juga akan berekspansi dan membutuhkan pasokan kredit untuk investasi.

Meski tantangan masih banyak, Nafan mengaku investor setidaknya dapat optimis salah satunya didorong oleh perbaikan harga komoditas di paruh kedua tahun ini.

” di semester kedua nanti otomatis komoditas membaik, seharusnya selling price mereka akan membaik dan kita harus optimis,” ungkap Nafan kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (3/7/2024).

Sementara itu emiten lain yang ikut membebani kinerja IHSG tahun ini termasuk GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), Pantai Indah Kapuk Dua (PANI), Astra International (ASII), United Tractors (UNTR) dan Alamtri Resources Indonesia (ADRO).

IHSG saat ini masih dalam posisi rebound untuk kembali mengejar rekor tertinggi yang dicatatkan nyaris setahun lalu yang mana pada 19 September 2025, IHSG mencatatkan rekor penutupan tertinggi di 7.905,39 atau nyaris menembus level psikologis baru di 8.000.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Alasan di Balik Amblesnya Saham Big Banks




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

Dijatuhkan MSCI, Bursa Ini Berhasil Bangkit Lagi Jadi Developed Market

October 25, 2026
Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

Ramal Nasib Rupiah Hingga Saham Terdampak Era Bunga Tinggi

October 25, 2026
Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Terjaga, Pertamina Perkuat Distribusi BBM

October 25, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .