• Latest
Scam Makin Marak, Nyaris Rp1 Triliun Duit Warga Raib

Scam Makin Marak, Nyaris Rp1 Triliun Duit Warga Raib

November 5, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

November 6, 2026
Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

November 6, 2026
Ubah Sampah Bisa Jadi Mesin Uang, Ini Caranya

Ubah Sampah Bisa Jadi Mesin Uang, Ini Caranya

November 6, 2026
Rupiah Sudah Melemah 8%, Tapi Ada Kabar Baik!

Rupiah Sudah Melemah 8%, Tapi Ada Kabar Baik!

November 6, 2026
BEI dan PHEI Bikin Indeks Acuan Obligasi, Investor Wajib Tahu

BEI dan PHEI Bikin Indeks Acuan Obligasi, Investor Wajib Tahu

November 6, 2026
Pendapatan Ngegas, Laba Blue Bird Turun Tipis di Kuartal III-2026

Pendapatan Ngegas, Laba Blue Bird Turun Tipis di Kuartal III-2026

November 6, 2026
RI Sukses Terbitkan Surat Berharga Syariah Global, Raup Rp54,24 T

RI Sukses Terbitkan Surat Berharga Syariah Global, Raup Rp54,24 T

November 6, 2026
Kisruh MSCI Belum Beres, Ini Risiko Bagi Pasar Keuangan RI

Kisruh MSCI Belum Beres, Ini Risiko Bagi Pasar Keuangan RI

November 6, 2026
Kisruh MSCI Belum Beres, Dana Asing US M Bakal Tinggalkan RI

Kisruh MSCI Belum Beres, Dana Asing US$6 M Bakal Tinggalkan RI

November 6, 2026
Lo Kheng Hong Lirik 3 Sektor Ini saat Pasar Saham Lesu

Lo Kheng Hong Lirik 3 Sektor Ini saat Pasar Saham Lesu

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, November 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Scam Makin Marak, Nyaris Rp1 Triliun Duit Warga Raib

1 day ago
in Market
Scam Makin Marak, Nyaris Rp1 Triliun Duit Warga Raib
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan kasus penipuan atau scam di sektor jasa keuangan yang merugikan masyarakat. Hingga akhir Oktober 2026, total dana korban scam yang berhasil diblokir mencapai Rp967,5 miliar atau nyaris Rp1 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengungkapkan, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 737.686 laporan pengaduan sejak mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga akhir Oktober 2026.

Dari laporan tersebut, jumlah rekening yang dilaporkan dan terverifikasi mencapai 1.471.112 rekening. Sebanyak 743.589 rekening di antaranya telah berhasil diblokir.

“Total dana korban yang berhasil diblokir sebesar Rp967,5 miliar, sementara dana yang telah dikembalikan kepada korban sebesar Rp208,9 miliar,” ungkap Dicky dalam paparan Rapat Dewan Komisioner (RDK) Oktober OJK secara virtual, Kamis (5/11/2026).

Di sisi lain, upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal juga terus dilakukan OJK bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti).

Secara year-to-date hingga akhir Oktober 2026, OJK telah menerima 40.965 pengaduan terkait entitas ilegal.

Satgas Pasti juga telah menemukan dan menghentikan 1.199 entitas pinjaman online (pinjol) ilegal, 250 entitas investasi ilegal, 38 gadai ilegal, serta dua aktivitas keuangan ilegal lainnya yang ditemukan di sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Sementara itu, dari sisi layanan konsumen, OJK telah menerima 600.101 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) sejak 1 Januari hingga 12 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 94.363 merupakan pengaduan konsumen.

Dalam rangka penegakan ketentuan pelindungan konsumen, OJK telah memberikan 150 peringatan tertulis kepada 98 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), enam instruksi tertulis kepada enam PUJK, serta mengenakan 51 sanksi kepada 44 PUJK sepanjang 1 Januari hingga 15 Oktober 2026.

OJK juga mencatat sebanyak 157 PUJK telah melakukan penggantian kerugian kepada konsumen hingga 13 September 2026, dengan total nilai mencapai Rp84,34 miliar.

Adapun dari sisi pengawasan perilaku PUJK atau market conduct, OJK telah mengenakan 77 sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan 44 sanksi administratif berupa denda. Total nilai denda yang dikenakan mencapai Rp8,84 miliar selama periode Januari hingga Oktober 2026.

Berbagai langkah tersebut dilakukan OJK untuk memperkuat pelindungan konsumen sekaligus meningkatkan kepatuhan pelaku usaha jasa keuangan di tengah maraknya aktivitas keuangan ilegal dan penipuan yang menyasar masyarakat.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

November 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .