• Latest
The Fed Sebut Perang-AI Bikin Inflasi Tinggi, Sinyal Suku Bunga Naik?

The Fed Sebut Perang-AI Bikin Inflasi Tinggi, Sinyal Suku Bunga Naik?

July 11, 2026
Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

September 22, 2026
Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

September 22, 2026
1.435 Balpres Ilegal Hampir Masuk RI, Ternyata dari Malaysia

1.435 Balpres Ilegal Hampir Masuk RI, Ternyata dari Malaysia

September 22, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.850

Rupiah Ditutup Melemah 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.850

September 22, 2026
Akhirnya Lunas! Nilai Utang Obligasi BLBI Ternyata Rp218,3 Triliun

Akhirnya Lunas! Nilai Utang Obligasi BLBI Ternyata Rp218,3 Triliun

September 22, 2026
Dorong Pertumbuhan Nasabah Baru, Asuransi Gaet Segmen Mahasiswa

Dorong Pertumbuhan Nasabah Baru, Asuransi Gaet Segmen Mahasiswa

September 22, 2026
Viral! Rupiah dengan Tanda Tangan Purbaya, Ini Penjelasan Lengkap BI

Viral! Rupiah dengan Tanda Tangan Purbaya, Ini Penjelasan Lengkap BI

September 22, 2026
IHSG Merah Sendirian di Antara Bursa Lain, Ini Kata Analis

IHSG Merah Sendirian di Antara Bursa Lain, Ini Kata Analis

September 22, 2026
Jasa Marga (JSMR) Kucurkan Pinjaman Rp6,5 T ke Anak Usaha

Jasa Marga (JSMR) Kucurkan Pinjaman Rp6,5 T ke Anak Usaha

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 10 Tahun

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 10 Tahun

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang dalam 10 Tahun Terakhir

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang dalam 10 Tahun Terakhir

September 22, 2026
Tajir Melintir, Ini Deretan Konglomerat Pemilik Mal

Tajir Melintir, Ini Deretan Konglomerat Pemilik Mal

September 22, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, September 22, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

The Fed Sebut Perang-AI Bikin Inflasi Tinggi, Sinyal Suku Bunga Naik?

2 months ago
in People & Culture
The Fed Sebut Perang-AI Bikin Inflasi Tinggi, Sinyal Suku Bunga Naik?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menyebut tekanan inflasi di Negeri Paman Sam kembali meningkat pada musim semi tahun ini.

Kenaikan tersebut dipicu kombinasi dampak tarif, lonjakan harga energi akibat perang, serta pesatnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Hal itu disampaikan The Fed dalam laporan kebijakan moneter kepada Kongres AS yang dirilis Jumat (10/7/2026). Laporan tersebut menyebut inflasi masih berada jauh di atas target bank sentral sebesar 2%.

“Inflasi telah meningkat tahun ini dan tetap tinggi relatif terhadap target jangka panjang Komite Pasar Terbuka Federal sebesar 2%,” tulis laporan tersebut, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/7/2026).

Dengan data terbaru, menunjukkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi pilihan The Fed, masih berada di kisaran dua kali lipat dari target tersebut hingga Mei.

Di sisi lain, kondisi pasar tenaga kerja dinilai tetap stabil. The Fed mencatat tingkat pengangguran pada Juni berada di level 4,2%, yang masih tergolong rendah.

Menurut laporan tersebut, permintaan dan pasokan tenaga kerja kini relatif seimbang. Lowongan pekerjaan tercatat cenderung datar, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap rendah, sementara jumlah angkatan kerja juga mengalami stagnasi.

“Perlambatan imigrasi dan penurunan partisipasi angkatan kerja akibat penuaan penduduk menyebabkan perlambatan pertumbuhan pasokan tenaga kerja,” tulis laporan itu.

Meski begitu, The Fed menilai kapasitas ekonomi AS masih meningkat dengan laju yang solid karena perlambatan pertumbuhan tenaga kerja mampu diimbangi oleh peningkatan produktivitas.

Sepanjang beberapa bulan pertama 2026, ekonomi AS juga masih mencatat pertumbuhan moderat. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 2,1% secara tahunan, didorong derasnya investasi AI, meski tertahan oleh lesunya pasar perumahan dan konsumsi rumah tangga yang hanya meningkat terbatas.

Laporan ini merupakan yang pertama diterbitkan di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Ia dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan komite DPR dan Senat AS pada Selasa dan Rabu pekan depan dalam agenda evaluasi berkala kebijakan moneter.

Sidang yang biasanya digelar pada musim semi sempat tertunda di tengah polemik antara mantan Ketua The Fed Jerome Powell dan Presiden AS Donald Trump. Warsh resmi mengambil alih kepemimpinan bank sentral pada akhir Mei setelah masa jabatan Powell berakhir.

The Fed mempertahankan suku bunga acuannya sejak Desember lalu. Namun, meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi, terutama sejak pecahnya perang AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari, membuat pelaku pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Meski Warsh enggan berbicara mengenai arah kebijakan ke depan, proyeksi para pejabat The Fed dalam rapat 16-17 Juni menunjukkan pandangan yang terbelah. Sebagian memperkirakan suku bunga perlu dinaikkan tahun ini, sementara sebagian lainnya menilai suku bunga dapat tetap dipertahankan atau bahkan diturunkan.

Dalam laporan tersebut, The Fed juga menyoroti AI sebagai salah satu faktor yang mendorong inflasi dalam jangka pendek. Hal ini dinilai menarik karena sebelumnya Warsh melihat AI berpotensi menekan inflasi melalui peningkatan produktivitas. Namun, belakangan ia mengakui manfaat tersebut belum tentu langsung terasa, sementara kebutuhan listrik, chip khusus, dan berbagai material untuk pembangunan infrastruktur AI terus meningkat.

Selain itu, laporan tersebut kembali menyinggung pertumbuhan jumlah uang beredar atau M2 untuk pertama kalinya sejak 2016. The Fed mencatat pertumbuhan M2 telah kembali ke kisaran yang umum terjadi pada dekade 2010-an.

Dalam laporannya, The Fed juga mengulas berbagai aturan kebijakan moneter yang saat ini mengarah pada perlunya kenaikan suku bunga. Meski demikian, bank sentral mengingatkan agar rekomendasi tersebut tidak dijadikan acuan secara mutlak.

“Resep yang ditunjukkan di sini mengabaikan bahwa perekonomian akan berkembang secara berbeda jika kebijakan suku bunga mengikuti salah satu jalur yang ditentukan oleh peraturan, dan oleh karena itu, resep ini harus ditafsirkan dengan hati-hati,” demikian bunyi laporan tersebut.

(arj/arj)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

September 22, 2026
Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

September 22, 2026
1.435 Balpres Ilegal Hampir Masuk RI, Ternyata dari Malaysia

1.435 Balpres Ilegal Hampir Masuk RI, Ternyata dari Malaysia

September 22, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .