• Latest
Wall Street Ambruk, Jurus Menkeu AS Redam Utang Gagal Total?

Wall Street Ambruk, Jurus Menkeu AS Redam Utang Gagal Total?

August 21, 2026
Berhari-hari Lesu Efek MSCI, IHSG Anjlok ke Level 5.000-an

Berhari-hari Lesu Efek MSCI, IHSG Anjlok ke Level 5.000-an

October 30, 2026
OJK Serahkan Temuan Baru, Aset Kasus Dana Syariah Disita Rp432 Miliar

OJK Serahkan Temuan Baru, Aset Kasus Dana Syariah Disita Rp432 Miliar

October 30, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,80% ke 5.057,05

IHSG Ditutup Melemah 0,80% ke 5.057,05

October 30, 2026
Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Senilai Rp999,4 Juta

Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Senilai Rp999,4 Juta

October 30, 2026
Bank Sentral Jepang BOJ Tahan Suku Bunga 1,25%

Bank Sentral Jepang BOJ Tahan Suku Bunga 1,25%

October 30, 2026
Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS

Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS

October 30, 2026
Inflasi Tembus Level Tertinggi Dalam 3 Tahun, ECB Tahan Suku Bunga

Inflasi Tembus Level Tertinggi Dalam 3 Tahun, ECB Tahan Suku Bunga

October 30, 2026
Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027

Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027

October 30, 2026
Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

October 30, 2026
IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

October 30, 2026
Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

October 30, 2026
Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Wall Street Ambruk, Jurus Menkeu AS Redam Utang Gagal Total?

2 months ago
in Market
Wall Street Ambruk, Jurus Menkeu AS Redam Utang Gagal Total?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Wall Street kembali dibuat gonjang-ganjing. Bursa saham dan pasar obligasi Amerika Serikat sama-sama ambruk pada perdagangan Kamis (20/8/2026), meski Departemen Keuangan AS sudah menggelontorkan jurus buyback obligasi demi meredam lonjakan biaya utang.

Langkah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperbesar pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah sempat mendinginkan yield Treasury pekan ini. Namun efeknya cuma sesaat, yield obligasi tenor 10 tahun kembali melonjak ke 4,697%, mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip laporan The Wall Street Journal, Kepala Strategi Fixed Income LPL Financial, Lawrence Gillum, menyebut langkah buyback ini tak lebih dari solusi sementara yang tidak menyelesaikan akar masalah.

Tekanan di pasar obligasi menjalar ke bursa saham. Raksasa ritel Walmart melaporkan pertumbuhan penjualan terlemah dalam enam tahun terakhir, memperkuat sinyal bahwa daya beli konsumen AS mulai melemah. Konsumsi merupakan mesin utama pertumbuhan ekonomi negeri Paman Sam.

Saham Walmart ambles 9,2% dan menyeret indeks utama Wall Street ambruk dengan Dow Jones Industrial Average -1,3%, Nasdaq Composite -1% dan S&P 500 -0,9%.

Saham-saham raksasa teknologi seperti Nvidia dan SpaceX ikut tertekan lantaran keduanya banyak mengandalkan utang untuk membiayai ekspansi besar-besaran pusat data AI.

Sehari sebelumnya, Rabu (19/8/2026), dunia trading kuantitatif juga diguncang drama tersendiri. Saham bioteknologi Moderna melesat 177% usai hasil terapi kankernya dinilai sangat menjanjikan, membuat para short seller yang bertaruh saham itu akan turun justru terbakar rugi besar.

Morgan Stanley menjuluki fenomena ini “MRNA squeeze”. Menurut Goldman Sachs, ini menjadi hari terburuk dalam lebih dari dua tahun terakhir bagi manajer dana systematic long-short, dengan kerugian rata-rata 1,4% dalam sehari, meski secara bulanan mereka masih untung 1,7%.

Selain Walmart, hasil kinerja ritel raksasa lain seperti Target, TJX, Home Depot, dan Lowe’s juga menunjukkan gambaran beragam soal kondisi konsumen Amerika. CEO Lowe’s, Marvin Ellison, mengakui konsumen kelas menengah tetap berhati-hati membelanjakan uangnya, bukan cuma karena harga bahan bakar.

Harga BBM memang jadi salah satu momok. Menurut riset Brown University’s Climate Solutions Lab, warga AS diperkirakan sudah merogoh kocek tambahan US$88 miliar untuk bensin dan solar sepanjang 2026 akibat guncangan energi yang terkait Perang Iran. Harga minyak mentah pun kembali naik – Brent melonjak 2,4% ke US$93,78 per barel pada Kamis.

Meski begitu, tak semua sinyal negatif. Data Bank of America Institute menunjukkan belanja diskresioner kelompok berpendapatan menengah-bawah justru melesat pada Juli, sementara belanja kelompok 5% orang terkaya sedikit melambat setelah lama menanjak.

Kondisi ekonomi yang “tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin” ini dinilai justru menahan laju inflasi dan menjaga optimisme pasar saham sepanjang tahun ini. Investor pun mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di 2026, yang ikut mendongkrak saham-saham produsen semikonduktor dan chip memori belakangan ini.

Kepala Ekonom Wilmington Trust, Luke Tilley, menilai kondisi ekonomi AS saat ini berada di titik seimbang – cukup kuat untuk menghindari resesi, namun tidak cukup panas untuk memicu inflasi lebih tinggi.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Berhari-hari Lesu Efek MSCI, IHSG Anjlok ke Level 5.000-an

Berhari-hari Lesu Efek MSCI, IHSG Anjlok ke Level 5.000-an

October 30, 2026
OJK Serahkan Temuan Baru, Aset Kasus Dana Syariah Disita Rp432 Miliar

OJK Serahkan Temuan Baru, Aset Kasus Dana Syariah Disita Rp432 Miliar

October 30, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,80% ke 5.057,05

IHSG Ditutup Melemah 0,80% ke 5.057,05

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .