• Latest
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

May 17, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

MKNT Masuk HSC, 99,64% Saham Dikuasai Segelintir Investor

November 6, 2026
Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

Diduga Wanprestasi Klaim, Sejumlah Asuransi Digugat Nasabah

November 6, 2026
Ubah Sampah Bisa Jadi Mesin Uang, Ini Caranya

Ubah Sampah Bisa Jadi Mesin Uang, Ini Caranya

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

6 months ago
in Market
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Banyak orang baru menyadari pentingnya menabung ketika kondisi keuangan mulai terasa berat. Fenomena ini ternyata juga terjadi di Amerika Serikat (AS), di mana sebagian besar masyarakat mengaku memiliki penyesalan terkait pengelolaan uang mereka.

Salah satu masalah terbesar yang paling banyak disesali adalah tidak memiliki tabungan yang cukup. Mulai dari dana darurat, tabungan pensiun, hingga biaya pendidikan anak disebut menjadi sumber kekhawatiran finansial warga AS.

Kondisi tersebut terungkap dalam survei Bankrate terhadap 2.078 responden di AS. Hasilnya, kurang menabung menjadi penyesalan finansial terbesar masyarakat Negeri Paman Sam tahun ini.

Survei menunjukkan 3 dari 4 orang Amerika memiliki penyesalan finansial, dan sekitar 40% menyebut masalah tabungan sebagai sumber utamanya. Sementara itu, 20% lainnya menyesal karena mengambil terlalu banyak utang, khususnya dari kartu kredit dan pinjaman pendidikan.

“Penyesalan soal tidak menabung cukup untuk pensiun muncul setiap tahun, dan jumlahnya makin besar seiring usia,” ujar analis financial Bankrate, Stephen Kates, dikutip dari CNBC International, Minggu (16/5/2026).

Sementara itu 43% responden mengaku belum melakukan apa pun untuk memperbaiki penyesalan finansial mereka selama setahun terakhir. Ketika ditanya apa yang paling bisa membantu kondisi keuangan mereka, warga AS menyebut kebutuhan pokok yang lebih murah, peluang kerja lebih baik, tarif sewa yang lebih rendah, hingga pasar saham yang kembali pulih.

Kondisi tersebut sebenarnya cukup mirip dengan Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan hanya 76,3% penduduk di Tanah Air yang memiliki rekening bank di lembaga keuangan formal.

Sementara itu, menurut data terakhir dari OJK, terdapat sekitar 29 juta pekerja yang tercatat sebagai peserta dana pensiun. Sementara jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2025 mencapai 154 juta orang.

Apabila saat ini Anda belum memiliki tabungan yang memadai untuk dana darurat dan dana pensiun, tiga pakar keuangan memberikan saran soal bagaimana memperbaiki kondisi finansial tersebut. “Terlambat memulai lebih baik dibandingkan dengan tidak pernah memulai,” kata Jake Martin.

Cara Mengatasi Penyesalan Finansial

Beberapa pakar keuangan AS memberikan strategi yang juga relevan dilakukan oleh masyarakat Indonesia:

1. Bereskan dulu ‘kebakaran finansial’

Utamakan melunasi utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjol. Bunga yang menumpuk dapat menghabiskan ruang tabungan.

Cara lain untuk menambah ruang tabungan adalah dengan memotong pengeluaran tetap, sebuah strategi yang disebut oleh Ashton Lawrence sebagai mengendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan.

“Kenali di mana uang untuk hal-hal tidak wajib bocor, apakah untuk makan di luar, terlalu banyak layanan streaming, langganan aplikasi yang sudah lupa, layanan pesan-antar, belanja impulsif, atau gaya hidup yang semakin mahal. Setiap uang yang tidak kamu keluarkan adalah uang yang bisa kamu alokasikan untuk hal yang lebih berguna,” katanya.

2. Siapkan dana darurat untuk hidup 3-6 bulan

Dana darurat mencegah Anda kembali berutang ketika terjadi hal tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan mendadak. Persiapkan dana darurat dengan perhitungan biaya hidup selama 3-6 bulan.

Dana darurat juga sangat krusial untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap utang berbunga tinggi saat sesuatu yang di luar dugaan terjadi.

3. Tingkatkan tabungan pensiun

Setelah dua hal di atas dapat dikendalikan, siapkan dana pensiun untuk hari tua.

“Sementara sebagian besar orang menargetkan menabung 5% hingga 10% dari penghasilan mereka, seseorang yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan sebaiknya mencari cara untuk meningkatkan porsi tabungannya menjadi 20% hingga 30%, terutama jika mulai menabung serius di usia 40-an,” kata Martin.

Dalam kondisi tertentu, Anda juga mungkin perlu mempertimbangkan menunda usia pensiun jika membutuhkan lebih banyak waktu untuk menabung.

“Jumlah pasti yang perlu Anda tabung akan berbeda-beda tergantung sejumlah faktor, termasuk usia Anda dan gaya hidup yang Anda inginkan saat pensiun,” kata ia.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .