• Latest
Harga Minyak Bangkit Setelah Babak Belur

Harga Minyak Bangkit Setelah Babak Belur

August 25, 2026
Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027

Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027

October 30, 2026
Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

October 30, 2026
IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

October 30, 2026
Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

October 30, 2026
Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

October 30, 2026
Amman Mineral (AMMN) Catat Laba US0 Juta di Kuartal III-2026

Amman Mineral (AMMN) Catat Laba US$880 Juta di Kuartal III-2026

October 30, 2026
Duit Bukalapak Rp12,9 T Parkir di Valas, Ini Penjelasan Manajemen

Duit Bukalapak Rp12,9 T Parkir di Valas, Ini Penjelasan Manajemen

October 30, 2026
IHSG Ditutup 1,29% Asing Masuk Rp253,09 M, 10 Saham Ini Diborong

IHSG Ditutup 1,29% Asing Masuk Rp253,09 M, 10 Saham Ini Diborong

October 30, 2026
Laba Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78% di Kuartal III-2026, Ini Sebabnya

Laba Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78% di Kuartal III-2026, Ini Sebabnya

October 30, 2026
KPK Soal Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Kerugian Negara Triliunan Rupiah

KPK Soal Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Kerugian Negara Triliunan Rupiah

October 30, 2026
IHSG Ditutup Melemah 1,29% ke Level 5.032

IHSG Ditutup Melemah 1,29% ke Level 5.032

October 30, 2026
Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Harga Minyak Bangkit Setelah Babak Belur

2 months ago
in Market
Harga Minyak Bangkit Setelah Babak Belur
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak stabil pada perdagangan hari ini, Selasa (25/8/2026), setelah anjlok lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Investor mencermati dampak sanksi sekunder Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat terhadap Iran.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (25/8/2026) pukul 09.12 WIB, harga minyak brent menguat 0,58% ke US$ 92,71 per barel sedangkan harga minyak WTI menanjak 0,71% ke US$ 85,61 per barel.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga minyak brent jatuh 2,35% ke US$ 92,17 per barel sementara harga minyak WTI anjlok 2,4% ke US$ 85,01 per barel pada perdagangan Senin (24/8/2026).

Pelemahan pada Senin mengakhiri reli enam hari beruntun sebel sebelumnya.



Harga minyak jatuh pada Senin akibat aksi ambil untung setelah reli selama dua pekan sebelumnya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin mengumumkan perluasan sanksi untuk memutus sumber ekonomi Iran dan memaksa berakhirnya perang kedua negara.

 

Negara-negara yang masih memiliki hubungan bisnis dengan Iran akan diminta memutus hubungan tersebut atau menghadapi risiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar AS.

Namun, Bessent tidak menyebut negara mana yang akan menjadi sasaran maupun kapan sanksi tersebut mulai berlaku. Ia mengatakan pemerintah AS akan memberikan waktu bagi negara-negara terkait untuk mematuhi kebijakan baru tersebut.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Washington tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran. Namun, AS kini lebih mengarah pada tekanan ekonomi.

 

Analis menilai perubahan pendekatan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah akibat perang.

“Pasar tampaknya menilai tekanan ekonomi sebagai jalur dengan risiko lebih rendah terhadap pasokan fisik dibandingkan aksi militer. Itu sebabnya reaksi awal pasar adalah harga minyak turun, bukan melonjak,” kata Tim Waterer, chief market analyst KCM, kepada Reuters.

Meski demikian, ia mengingatkan Iran masih memiliki kemampuan untuk merespons dengan mengganggu pelayaran. Kondisi tersebut membuat premi risiko tetap melekat pada harga minyak.

Ancaman tersebut kembali terlihat pada Selasa. Sebuah kapal tanker minyak terkena proyektil yang belum teridentifikasi dan mengalami kerusakan sekitar 9 mil laut atau 16,7 kilometer timur laut Ash Shishah, Oman, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations.

Iran juga masih mempertahankan klaim kendali atas Selat Hormuz. Sebelum perang dimulai pada Februari, jalur strategis tersebut biasanya menjadi rute bagi kargo yang setara dengan sekitar 20% konsumsi minyak global.

 

Pada Senin kemarin, Iran bahkan menyebut 45 kapal tanker yang dianggap melanggar aturan saat melintasi selat tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan, termasuk menyita muatan kapal.

Gangguan pasokan akibat perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah mendorong sejumlah negara menguras cadangan minyak komersial maupun strategis.

Departemen Energi AS pada Senin melaporkan stok minyak mentah dalam Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS turun sekitar 3,7 juta barel menjadi 289,7 juta barel pada pekan lalu. Level tersebut merupakan yang terendah sejak November 1982.

(mae/mae)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027

Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027

October 30, 2026
Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

October 30, 2026
IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .