• Latest
Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street

Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street

June 4, 2026
Harga Berlian Anjlok ke Level Terendah 20 Tahun, Ini Biang Keroknya

Harga Berlian Anjlok ke Level Terendah 20 Tahun, Ini Biang Keroknya

October 14, 2026
Asing Net Sell Rp1,16 Triliun Kala IHSG Menguat, Cek Deretan Sahamnya

Asing Net Sell Rp1,16 Triliun Kala IHSG Menguat, Cek Deretan Sahamnya

October 14, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun di Saham BYAN

Ada Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun di Saham BYAN

October 14, 2026
Legenda Kosmetik Tutup Usia, Ini Gurita Bisnis Martha Tilaar

Legenda Kosmetik Tutup Usia, Ini Gurita Bisnis Martha Tilaar

October 14, 2026
IMPC Tebar Dividen Interim Rp273,43 Miliar, Cek Jadwalnya

IMPC Tebar Dividen Interim Rp273,43 Miliar, Cek Jadwalnya

October 14, 2026
Anak Usaha Garuda (GMFI) Mau Rights Issue 22 Miliar Saham Untuk Ini

Anak Usaha Garuda (GMFI) Mau Rights Issue 22 Miliar Saham Untuk Ini

October 14, 2026
GOTO Setujui Pembatalan 32 M Saham Tresuri dan Perubahan Pengurus

GOTO Setujui Pembatalan 32 M Saham Tresuri dan Perubahan Pengurus

October 14, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,82% pada Akhir Sesi I

IHSG Ditutup Menguat 0,82% pada Akhir Sesi I

October 14, 2026
Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

October 14, 2026
Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

October 14, 2026
MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

October 14, 2026
Pemegang Saham Pegendali VICI Lepas 402,48 Juta Saham

Pemegang Saham Pegendali VICI Lepas 402,48 Juta Saham

October 14, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 14, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street

4 months ago
in Lifestyle
Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mengikuti penurunan Wall Street di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir CNBC, kondisi tersebut turut mendorong harga minyak tetap tinggi sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap kenaikan biaya energi dan tekanan inflasi global.

Ketegangan terbaru terjadi setelah Bandara Internasional Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran pada Rabu dini hari. Insiden itu terjadi sehari setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menggagalkan sejumlah rudal balistik dan drone Iran serta melancarkan serangan balasan yang disebut sebagai aksi pertahanan diri di Pulau Qeshm, Teluk Persia.

Situasi semakin memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel dan AS siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila diperlukan. Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC, Netanyahu memperingatkan bahwa Iran sedang “bermain api” dan harus mempertimbangkan kesiapan militer kedua negara tersebut.

Meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah mendorong reli harga minyak dunia. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 2% dan ditutup di level US$96,02 per barel pada Rabu, sementara minyak mentah Brent naik hampir 2% ke posisi US$97,81 per barel.

Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan koreksi 2% saat perdagangan kembali dibuka setelah libur. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat lebih dari 2%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,4% setelah mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,91% seiring aksi ambil untung investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pasar Australia juga bergerak di zona merah dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,84%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.312, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks acuan tersebut yang berada di 25.633,21.

Sentimen negatif juga tercermin pada perdagangan berjangka di AS. Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,5%, sementara Nasdaq 100 futures melemah 0,6%, sedangkan Dow Jones Industrial Average futures bergerak relatif datar dengan kecenderungan menguat tipis.

Pada perdagangan Rabu waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 620,72 poin atau 1,21% ke level 50.687,07. Indeks S&P 500 turun 0,74% menjadi 7.553,68, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi terkoreksi 0,89% ke posisi 26.853,98.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global. Lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik dinilai dapat memperumit upaya bank sentral dalam menjaga inflasi tetap terkendali.

 

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga Berlian Anjlok ke Level Terendah 20 Tahun, Ini Biang Keroknya

Harga Berlian Anjlok ke Level Terendah 20 Tahun, Ini Biang Keroknya

October 14, 2026
Asing Net Sell Rp1,16 Triliun Kala IHSG Menguat, Cek Deretan Sahamnya

Asing Net Sell Rp1,16 Triliun Kala IHSG Menguat, Cek Deretan Sahamnya

October 14, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun di Saham BYAN

Ada Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun di Saham BYAN

October 14, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .