• Latest
Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate

Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate

August 26, 2026
Ony Suprihartono Resmi Jadi Komisaris Asuransi Tugu

Ony Suprihartono Resmi Jadi Komisaris Asuransi Tugu

September 10, 2026
Ekonomi Terasa Sulit, DPK Perbankan Justru Tumbuh Double Digit

Ekonomi Terasa Sulit, DPK Perbankan Justru Tumbuh Double Digit

September 10, 2026
Asing Lepas Seluruh Saham VICI Senilai Rp1,25 T, Siapa Pembelinya?

Asing Lepas Seluruh Saham VICI Senilai Rp1,25 T, Siapa Pembelinya?

September 10, 2026
Kinerja Antam Melesat, Hilirisasi Nikel Diperkuat

Kinerja Antam Melesat, Hilirisasi Nikel Diperkuat

September 10, 2026
Vale (INCO) Punya Rencana Besar, Siapkan Capex Rp19,29 T

Vale (INCO) Punya Rencana Besar, Siapkan Capex Rp19,29 T

September 10, 2026
Tidak Semua Asuransi Dijamin LPS, Ini Daftarnya

Tidak Semua Asuransi Dijamin LPS, Ini Daftarnya

September 10, 2026
BTN Genjot Bisnis di Luar KPR, Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan 30%

BTN Genjot Bisnis di Luar KPR, Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan 30%

September 10, 2026
Laba Meroket, PT Timah (TINS) Mau Revisi Target RKAP 2026

Laba Meroket, PT Timah (TINS) Mau Revisi Target RKAP 2026

September 10, 2026
IHSG Anjlok 1,29%! Babak Belur Dihajar Harga Minyak & Obligasi AS

IHSG Anjlok 1,29%! Babak Belur Dihajar Harga Minyak & Obligasi AS

September 10, 2026
LPS Bakal Jamin Asuransi, Besar Iuran 0,1% dari Ekuitas

LPS Bakal Jamin Asuransi, Besar Iuran 0,1% dari Ekuitas

September 10, 2026
Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530

Rupiah Berbalik Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.530

September 10, 2026
IHSG Mendadak Anjlok 1% Siang Ini, Ada Dua Hantu Gentayangan!

IHSG Mendadak Anjlok 1% Siang Ini, Ada Dua Hantu Gentayangan!

September 10, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, September 10, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate

2 weeks ago
in Economy
Destry Blak-blakan, Rupiah Tak Selalu Harus Diselamatkan Pakai BI Rate
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bank sentral tidak bisa hanya mengandalkan instrumen suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Di tengah ketidakpastian global yang dinilai semakin tidak lazim, BI harus mengandalkan bauran kebijakan yang lebih luas untuk menjaga rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikan Destry saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Menurut Destry, tantangan yang dihadapi bank sentral saat ini berbeda dibandingkan teori ekonomi konvensional. Di banyak negara maju, perlambatan ekonomi justru terjadi bersamaan dengan inflasi yang tinggi akibat gangguan rantai pasok dan lonjakan harga komoditas.

Situasi yang tidak biasa itu juga terlihat di Amerika Serikat. Secara teori, ketika permintaan dolar meningkat dan investor membeli obligasi pemerintah AS, imbal hasil (yield) surat utang seharusnya turun. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

“Ini situasi yang tidak biasa. Karena itu kita tidak bisa hanya bersandar pada satu kebijakan tertentu,” ujar Destry.

Akibat kondisi ini, Destry mengungkapkan alasan BI tidak selalu merespons tekanan nilai tukar rupiah dengan menaikkan BI Rate.

Menurutnya, keputusan suku bunga harus mempertimbangkan keseimbangan antara menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, dalam sejumlah kesempatan BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menopang rupiah.

“Saat RDG kemarin kami tidak bisa menaikkan suku bunga untuk mendukung rupiah karena kami juga melihat masih ada pekerjaan rumah pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

“Kami menggunakan kebijakan pendukung kami memberikan insentif dan hedging karena butuh inflow masuk,” tambahnya.

Sebagai gantinya, BI mengandalkan berbagai instrumen pendukung seperti insentif likuiditas, kebijakan lindung nilai (hedging), serta upaya menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik.

Destry menegaskan strategi tersebut dimungkinkan karena pasar keuangan Indonesia kini jauh lebih dalam dibanding beberapa tahun lalu.

Ia mengungkapkan volume transaksi pasar uang domestik telah meningkat sekitar enam kali lipat dalam enam tahun terakhir. Sementara transaksi pasar valuta asing (valas) melonjak hingga tiga kali lipat dengan nilai transaksi harian mencapai sekitar US$12 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan periode 2020.

“Pasar yang makin dalam membuat stabilitas lebih terjaga sekaligus menjadi sumber pembiayaan pembangunan,” ujarnya.

Meski menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah, Destry memastikan independensi BI tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan kebijakan moneter.

Menurutnya, sinergi bukan berarti mengorbankan independensi bank sentral. Sebaliknya, koordinasi diperlukan karena tantangan ekonomi saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi atau satu instrumen kebijakan saja.

Karena itu, BI akan tetap menjalankan mandat menjaga stabilitas nilai rupiah sembari mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, hingga pendalaman pasar keuangan.

Dalam paparannya, Destry juga menegaskan pengendalian inflasi tidak sepenuhnya berada di tangan BI.

Menurutnya, inflasi inti (core inflation) yang dipengaruhi sisi permintaan memang menjadi wilayah utama kebijakan moneter. Namun, komponen inflasi lain seperti harga pangan dan administered prices membutuhkan keterlibatan pemerintah.

Destry menjelaskan inflasi inti berkontribusi sekitar 65% terhadap inflasi keseluruhan. Sementara inflasi pangan menyumbang sekitar 19%. Karena itu, jika harga pangan tidak terkendali, tekanan terhadap inflasi nasional akan tetap besar meskipun BI menjalankan kebijakan moneter yang ketat.

“Inflasi sudah pasti tidak bisa ditangani BI sendiri karena demand side karena core inflation 65% dari head inflation,” katanya.

Selain faktor pangan, inflasi juga dipengaruhi administered prices seperti harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Destry, kenaikan harga BBM biasanya memberikan dampak terhadap inflasi selama satu hingga dua bulan sebelum kembali menyesuaikan.

Pernyataan Destry ini menjadi sinyal bahwa di bawah kepemimpinannya, BI kemungkinan akan tetap mengedepankan pendekatan yang lebih fleksibel dalam menentukan arah BI Rate. Fokusnya bukan hanya menjaga stabilitas rupiah, tetapi juga memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu oleh kebijakan moneter yang terlalu ketat.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ony Suprihartono Resmi Jadi Komisaris Asuransi Tugu

Ony Suprihartono Resmi Jadi Komisaris Asuransi Tugu

September 10, 2026
Ekonomi Terasa Sulit, DPK Perbankan Justru Tumbuh Double Digit

Ekonomi Terasa Sulit, DPK Perbankan Justru Tumbuh Double Digit

September 10, 2026
Asing Lepas Seluruh Saham VICI Senilai Rp1,25 T, Siapa Pembelinya?

Asing Lepas Seluruh Saham VICI Senilai Rp1,25 T, Siapa Pembelinya?

September 10, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .