• Latest
IHSG Berbalik Menguat di Akhir Sesi 1, Rebound atau Mantul Sesaat?

IHSG Berbalik Menguat di Akhir Sesi 1, Rebound atau Mantul Sesaat?

May 22, 2026
Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

October 20, 2026
Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

October 20, 2026
Saham HSC Tak Akan Masuk

Saham HSC Tak Akan Masuk

October 20, 2026
Dirut BTN Buka Suara Soal Rencana Buyback Saham BBTN

Dirut BTN Buka Suara Soal Rencana Buyback Saham BBTN

October 20, 2026
Pengendali Intikeramik Alamasri Borong 47,6 Juta Saham

Pengendali Intikeramik Alamasri Borong 47,6 Juta Saham

October 20, 2026
Danantara Tuntaskan Akuisisi Hotel & Lahan Seluas 4,4 Ha di Arab Saudi

Danantara Tuntaskan Akuisisi Hotel & Lahan Seluas 4,4 Ha di Arab Saudi

October 20, 2026
Fitch Ikut Soroti MSCI, Status Pasar RI Bisa Bebani Rating Utang

Fitch Ikut Soroti MSCI, Status Pasar RI Bisa Bebani Rating Utang

October 20, 2026
Bareskrim Polri Telusuri Aset dan Aliran Duit Rp500 Miliar Kasus DSI

Bareskrim Polri Telusuri Aset dan Aliran Duit Rp500 Miliar Kasus DSI

October 20, 2026
Saham-Saham BUMN Ini Jadi Motor IHSG Meroket 4%

Saham-Saham BUMN Ini Jadi Motor IHSG Meroket 4%

October 20, 2026
Aksi Jual Asing Rp1,97 T di Sesi I, Saham BCA Paling Banyak Dibuang

Aksi Jual Asing Rp1,97 T di Sesi I, Saham BCA Paling Banyak Dibuang

October 20, 2026
Ditendang MSCI ke Standalone, Bursa Ini Bangkit dari Keterpurukan

Ditendang MSCI ke Standalone, Bursa Ini Bangkit dari Keterpurukan

October 20, 2026
Soal Temuan BPK pada Proyek Tol Palembang-Betung, Waskita Buka Suara

Soal Temuan BPK pada Proyek Tol Palembang-Betung, Waskita Buka Suara

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Berbalik Menguat di Akhir Sesi 1, Rebound atau Mantul Sesaat?

5 months ago
in Market
IHSG Berbalik Menguat di Akhir Sesi 1, Rebound atau Mantul Sesaat?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (22/5/2026), setelah sempat ambruk hingga meninggalkan level psikologis 6.000 pada awal perdagangan.

IHSG pada jeda makan siang hari ini ditutup naik 0,30% ke level 6.113,44 atau menguat 18,50 poin.

IHSG sempat menyentuh level terendah harian di 5.966,86 pada awal sesi sebelum perlahan memangkas pelemahan dan berbalik ke zona hijau. Sementara level tertinggi sesi I tercatat di 6.135,12.

Nilai transaksi hingga akhir sesi I mencapai Rp10,16 triliun dengan volume perdagangan 18,5 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,12 juta kali.

Sebanyak 346 saham menguat, 372 saham melemah, dan 241 saham stagnan. Kapitalisasi pasar masih berkutat di bawah Rp 11.000 triliun atau tepatnya Rp 10.570 triliun. 

Berdasarkan data Refinitiv, sektor utilitas memimpin penguatan dengan kenaikan 1,28%, diikuti bahan baku 1,22% dan industrial 0,66%. Sementara sektor konsumer primer turun paling dalam, yakni -0,74%.

Dari sisi saham penggerak indeks, penguatan IHSG paling banyak ditopang oleh saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) yang menyumbang 3,87 poin. Kemudian PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) sebesar 3,59 poin, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 2,88 poin, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar 2,46 poin.

Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga turut menopang penguatan indeks.

Namun, kenaikan IHSG masih tertahan tekanan dari sejumlah saham big caps. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi penekan terbesar indeks dengan kontribusi negatif 7,30 poin. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 7,02 poin dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 6,26 poin.

Selain itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), hingga PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga membebani laju IHSG.

Secara teknikal, area 6.000 masih menjadi support psikologis penting bagi IHSG. Rebound pada sesi I hari ini memberi harapan meredanya panic selling, meski volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi sepanjang perdagangan.

Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan, secara teknikal, posisi IHSG masih berada dalam tren pelemahan. Adapun tekanan pertama IHSG berasal dari hasil rebalancing MSCI yang membuat saham-saham berkapitalisasi besar ditinggalkan investor.

Sementara, Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan hal yang senada bahwa efek rebalancing MSCI masih terasa, dan masih memicu tekanan jual dari investor global.

Rupiah yang masih relatif lemah membuat investor asing cenderung lebih berhati-hati terhadap aset Indonesia, sehingga IHSG terlihat tertinggal dibanding bursa Asia lain.

Selain itu, investor juga turut mencermati wacana ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia, yang memicu kekhawatiran akan ketidakpastian regulasi atau kontrol negara terhadap sektor swasta.

Rencana pemerintah melakukan sentralisaisi ekspor lewat satu badan juga disorot lembaga pemeringkat global.

S&P Global Ratings memperingatkan kebijakan ini dapat menimbulkan risiko terhadap ekspor, penerimaan negara, dan neraca pembayaran Indonesia.

“Faktor-faktor ini menciptakan ketidakpastian penurunan yang lebih besar terhadap peringkat Indonesia,” tulis S&P dikutip dari Reuters Kamis (21/5/2026).

S&P juga menilai investasi dapat terdampak jika perubahan aturan ini menurunkan kepercayaan dunia usaha dan sentimen investasi.

Sementara itu, Moody’s menilai rencana sentralisasi ekspor dapat mendukung aliran devisa masuk, tetapi juga meningkatkan risiko distorsi pasar dan membebani sentimen investor.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

October 20, 2026
Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

October 20, 2026
Saham HSC Tak Akan Masuk

Saham HSC Tak Akan Masuk

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .