IHSG anjlok 4,31% ke level 4.961,87, terendah sejak Oktober 2020, setelah terkoreksi 11,6% pada Jumat akibat sentimen MSCI.

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

IHSG pada perdagangan Senin (19/10/2026) dibuka anjlok tajam. Pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini IHSG langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 turun 223 poin poin dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Adapun total volume perdagangan tercatat 1,17 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,04 triliun yang berpindah tangan 80.236 kali. Sebanyak 602 saham melemah, 88 stagnan dan hanya 64 yang menguat. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ini merupakan kali pertama indeks balik ke level 4.900 semenjak pandemi covid mengguncang pasar keuangan. Level perdagangan hari ini tercatat terendah sejak Oktober 2020. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Emiten blue chip dengan kapitalisasi pasar besar tercatat masih menjadi pemberat kinerja IHSG. Saham BBCA, BBRI, BYAN, TLKM dan BBRI tercatat menjadi laggard perdagangan hari ini. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sebelumnya, pada Jumat (16/10) lalu, IHSG ambles 11,6%. Ditambah koreksi hari ini, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah terpangkas 43% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), menjadikannya indeks dengan kinerja terburuk di dunia di antara indeks-indeks utama. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Kejatuhan tajam itu dipicu pengumuman MSCI yang menyatakan tengah mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori emerging markets menjadi pasar berstatus standalone. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sementara itu, untuk meredam volatilitas pasar, menjaga keteraturan perdagangan, serta memberikan waktu bagi investor dalam mencerna informasi, BEI resmi mengubah batas Auto Rejection Bawah (ARB) atau batas penurunan harga saham menjadi 7% yang berlaku mulai hari ini 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)


















