• Latest
IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

August 26, 2026
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

November 1, 2026
Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

October 31, 2026
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

October 31, 2026
Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

October 31, 2026
Daftar Nama Terlibat Kasus Pasar Modal, Ada Terkait BREN, DSSA, CUAN

Daftar Nama Terlibat Kasus Pasar Modal, Ada Terkait BREN, DSSA, CUAN

October 31, 2026
OJK Rilis Daftar Sanksi Pasar Modal: Ada FILM, KIOS, SHID

OJK Rilis Daftar Sanksi Pasar Modal: Ada FILM, KIOS, SHID

October 31, 2026
Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

Segera Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Caranya

October 31, 2026
Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9%, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas

October 31, 2026
Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

Mantan Menteri RI Ditangkap Kejaksaan Agung, Ketemu Brankas Isi Rp 4 M

October 31, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, November 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

2 months ago
in Lifestyle
IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sesi I, Rabu (26/8/2026). IHSG melemah tipis, meski sempat tertekan lebih dari 1% pada awal perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup pada level 6.496,89, turun 4,78 poin atau 0,07% dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.501,66.

Pergerakan IHSG berlangsung cukup volatil. Indeks sempat dibuka menguat ke level 6.507,14 dan menyentuh level tertinggi 6.532,17. Namun, tekanan jual kemudian membawa IHSG anjlok hingga level terendah 6.422,61, sebelum akhirnya berhasil memangkas sebagian besar pelemahannya menjelang penutupan sesi I.

Adapun tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah mayoritas bursa saham Asia yang bergerak menguat. Hingga siang ini, Kospi Korea Selatan naik 1,99%, bursa Taiwan menguat 1,37%, Shenzhen naik 1,23%, Nikkei Jepang bertambah 0,80%, Hang Seng menguat 0,67%, dan Shanghai Composite naik 0,65%.

Di pasar domestik, tekanan IHSG tercermin dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 419 saham turun, sementara 209 saham menguat dan 160 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi saham pada sesi I mencapai Rp8,98 triliun dengan volume perdagangan sekitar 232,12 juta lot dan frekuensi transaksi mencapai 1,4 juta kali.

Secara sektoral, pergerakan IHSG terbelah. Empat sektor berada di zona hijau, dengan sektor kesehatan menjadi penguat paling signifikan, yakni melonjak 5,28%.

Sektor properti menyusul dengan kenaikan 2,24%, sementara sektor barang baku naik 0,28% dan energi menguat 0,14%.

Sebaliknya, sektor utilitas menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni turun 0,86%, diikuti teknologi yang terkoreksi 0,85%.

Pada sesi 1, sejumlah saham menjadi penopang utama pergerakan indeks. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menjadi saham dengan kontribusi kenaikan terbesar terhadap IHSG, yakni sebesar 8,06 poin.

Berikutnya terdapat PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dengan kontribusi 5,22 poin dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 5,21 poin.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga memberikan kontribusi positif sebesar 3,72 poin, disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 1,98 poin.

Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi negatif 4,67 poin. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyusul dengan minus 1,74 poin, sementara PT Indosat Tbk (ISAT) memberikan tekanan sebesar 1,68 poin.

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masing-masing menekan IHSG sebesar 1,64 poin dan 1,57 poin.

Sementara itu, pasar keuangan Indonesia kembali dibuka pada hari ini setelah libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada uji kelayakan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, serta perkembangan pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis.

Sementara dari global, pasar menantikan sejumlah data penting Amerika Serikat (AS), mulai dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga pendapatan dan belanja masyarakat.

Sentimen pasar di kawasan dibayangi oleh eskalasi konflik dagang antara AS dan Kanada setelah Ottawa pada Selasa mengumumkan tarif balasan terhadap produk-produk AS. Langkah tersebut dilakukan dengan prinsip “dolar untuk dolar” sebagai respons atas tarif sebesar 50% yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu, menyusul gagalnya perundingan dagang kedua negara.

Tarif baru Kanada mencakup lebih dari 700 jenis barang asal AS dengan nilai sekitar US$20 miliar. Nilai tersebut setara dengan besaran tarif impor terbaru yang sebelumnya diberlakukan Trump terhadap sejumlah produk Kanada, mulai dari anggur, semen hingga tongkat hoki.

Selain perkembangan perang dagang, investor juga menantikan rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) AS periode Juli. Data yang mengukur perubahan harga barang dan jasa tersebut merupakan salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan oleh The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .