• Latest
Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 & Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 & Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

October 19, 2026
Asuransi BUMN Akan Konsolidasi, LPS Jelaskan Dampaknya

Asuransi BUMN Akan Konsolidasi, LPS Jelaskan Dampaknya

October 19, 2026
Isu MSCI Bikin Rupiah Sentuh Rp 18.000/USD, BI Rate Bakal Naik?

Isu MSCI Bikin Rupiah Sentuh Rp 18.000/USD, BI Rate Bakal Naik?

October 19, 2026
Pengendali ARKO Borong Saham di Harga Rp2.148, Ada Apa?

Pengendali ARKO Borong Saham di Harga Rp2.148, Ada Apa?

October 19, 2026
Pasang Surut IHSG dari Krismon, Pandemi Hingga Tragedi MSCI Tahun Ini

Pasang Surut IHSG dari Krismon, Pandemi Hingga Tragedi MSCI Tahun Ini

October 19, 2026
MSCI Bikin Asing Kabur, Gimana Nasib Saham Perbankan Big Caps?

MSCI Bikin Asing Kabur, Gimana Nasib Saham Perbankan Big Caps?

October 19, 2026
Ada yang Borong 1,35 Miliar Saham Bank Ganesha (BGTG) di Harga Rp125

Ada yang Borong 1,35 Miliar Saham Bank Ganesha (BGTG) di Harga Rp125

October 19, 2026
Harga Naik Terus, BEI Suspensi Champion Pacific (IGAR)

Harga Naik Terus, BEI Suspensi Champion Pacific (IGAR)

October 19, 2026
BREN Umumkan Buyback Rp1 T Usai Disorot OJK Soal Penjatahan IPO

BREN Umumkan Buyback Rp1 T Usai Disorot OJK Soal Penjatahan IPO

October 19, 2026
Dolar AS Bertahan di Rp18.000 Pagi Ini

Dolar AS Bertahan di Rp18.000 Pagi Ini

October 19, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 4% Lebih Balik ke Level 4.900

Breaking, IHSG Anjlok 4% Lebih Balik ke Level 4.900

October 19, 2026
LPS Bidik Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Mulai 2027

LPS Bidik Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Mulai 2027

October 19, 2026
IHSG Ambruk Karena MSCI, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Ambruk Karena MSCI, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

October 19, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 & Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi

1 hour ago
in People & Culture
Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 & Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham Indonesia masih bergerak bergejolak pada perdagangan Senin (19/10/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan harian terdalam dalam hampir tiga dekade terakhir pada akhir pekan lalu.

Pada pembukaan perdagangan hari ini IHSG dibuka anjlok tajam dan langsung ambruk 4,31% ke level 4.961,87 turun 223 poin poin dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level 5.863,78.

Ini merupakan kali pertama indeks balik ke level 4.900 semenjak pandemi covid mengguncang pasar keuangan. Level perdagangan hari ini tercatat terendah sejak Oktober 2020.

Emiten blue chip dengan kapitalisasi pasar besar tercatat masih menjadi pemberat kinerja IHSG. Saham BBCA, BBRI, BYAN, TLKM dan BBRI tercatat menjadi laggard perdagangan hari ini.

Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), IHSG ambles 11,6%. Ditambah koreksi hari ini, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah terpangkas 43% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), menjadikannya indeks dengan kinerja terburuk di dunia di antara indeks-indeks utama.

Kejatuhan tajam itu dipicu pengumuman MSCI yang menyatakan tengah mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori emerging markets menjadi pasar berstatus standalone.

Jika terealisasi, status standalone berisiko memutus akses Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terhadap aliran modal internasional. Indonesia juga akan dikelompokkan bersama pasar standalone lain seperti Lebanon dan Zimbabwe.

Sebelumnya, pada Januari lalu, MSCI sempat mengancam menurunkan Indonesia ke status frontier market karena minimnya transparansi kepemilikan saham dan perilaku perdagangan. Namun, dalam pernyataan terbarunya, MSCI menilai kurangnya kemajuan dalam membenahi persoalan tersebut membuat penurunan ke status frontier pun tidak lagi mencerminkan seriusnya masalah yang ada.

“Beban pembuktian kini telah bergeser. Untuk menghindari reklasifikasi, dibutuhkan bukti nyata bahwa reformasi yang diumumkan telah dijalankan secara konsisten dan memperbaiki fungsi pasar secara material,” tulis ahli strategi Goldman Sachs dalam risetnya, seperti dikutip dari Reuters.

BEI Pangkas Batas ARB

Merespons gejolak tersebut, BEI pada Senin (19/10/2026) memangkas batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7% dari sebelumnya 15%.

Menurut BEI, kebijakan ini diambil untuk memberi kesempatan bagi investor mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia, sehingga keputusan investasi dapat diambil berdasarkan fundamental ekonomi Indonesia.

Langkah tersebut diambil setelah regulator jasa keuangan menggelar pertemuan dengan pelaku pasar modal, termasuk analis dan ekonom, pada akhir pekan. Di sisi lain, pada Jumat lalu regulator juga mengumumkan sanksi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat manipulasi perdagangan saham tiga perusahaan.

Potensi Arus Keluar Rp100 Triliun

Goldman Sachs memperkirakan, jika Indonesia benar-benar dikeluarkan dari indeks MSCI, arus keluar dana pasif bisa mencapai US$5,6 miliar atau sekitar Rp100,8 triliun. Sementara itu, dana aktif yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan memegang aset lebih dari US$8 miliar (Rp144 triliun), meski aksi jualnya bersifat diskresioner, bukan otomatis mengikuti indeks.

Hingga kini, investor asing telah mencatatkan jual bersih (net sell) saham Indonesia senilai US$4,88 miliar atau setara Rp87,84 triliun sepanjang 2026. Angka ini berpotensi menjadi arus keluar tahunan terbesar dalam setidaknya 16 tahun terakhir.

Kepala Strategi Makro dan Investasi Asia BNY Investments, Aninda Mitra, menilai eksposur asing di saham Indonesia sudah menyusut cukup dalam sehingga ruang penurunan lanjutan kemungkinan tidak terlalu besar. Namun, ia mengingatkan bahwa menarik modal dalam jumlah besar akan semakin sulit di tengah kondisi saat ini, meskipun masih ada perusahaan dan bank dengan fundamental yang solid.

Rupiah dan Obligasi Ikut Tertekan

Peringatan MSCI menambah daftar tekanan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Awal tahun ini, Moody’s dan Fitch telah menurunkan prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif.

Kekhawatiran investor juga meluas ke luar pasar saham yang bernilai sekitar US$500 miliar (Rp9.000 triliun). Rupiah melemah ke level Rp18.000 per dolar AS, tak jauh dari rekor terlemahnya di Rp18.190/US$ yang tercapai pada Juni lalu.

Manajer portofolio Allspring Global Investments di Singapura, Gary Tan, mengatakan kekhawatiran utamanya bukan pada aksi jual terkait indeks, melainkan potensi rambatan jangka pendek ke rupiah dan imbal hasil obligasi domestik.

“Dislokasi pasar bisa berujung pada pengetatan kondisi keuangan dan dampak yang lebih berarti terhadap perekonomian riil,” ujarnya.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Asuransi BUMN Akan Konsolidasi, LPS Jelaskan Dampaknya

Asuransi BUMN Akan Konsolidasi, LPS Jelaskan Dampaknya

October 19, 2026
Isu MSCI Bikin Rupiah Sentuh Rp 18.000/USD, BI Rate Bakal Naik?

Isu MSCI Bikin Rupiah Sentuh Rp 18.000/USD, BI Rate Bakal Naik?

October 19, 2026
Pengendali ARKO Borong Saham di Harga Rp2.148, Ada Apa?

Pengendali ARKO Borong Saham di Harga Rp2.148, Ada Apa?

October 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .