• Latest
Perhatian! MSCI Potensi Turunkan Status Pasar Saham RI

Perhatian! MSCI Potensi Turunkan Status Pasar Saham RI

October 15, 2026
Status Pasar RI Terancam Turun Kelas, BEI Buka Suara

Status Pasar RI Terancam Turun Kelas, BEI Buka Suara

October 16, 2026
Menko Polkam Dudung Abdurachman Lepas Jabatan Komisaris Emiten NSSS

Menko Polkam Dudung Abdurachman Lepas Jabatan Komisaris Emiten NSSS

October 15, 2026
Dipajaki Bukan Berarti Dinyatakan Halal

Dipajaki Bukan Berarti Dinyatakan Halal

October 15, 2026
Danantara Targetkan Dana Filantropi Rp1,66 T/Tahun, Ini 3 Fokusnya

Danantara Targetkan Dana Filantropi Rp1,66 T/Tahun, Ini 3 Fokusnya

October 15, 2026
BSI International Expo 2026 Bidik Transaksi Rp 4 Triliun, Sasar Gen Z

BSI International Expo 2026 Bidik Transaksi Rp 4 Triliun, Sasar Gen Z

October 15, 2026
Bos BSI Blak-Blakan Tujuan Rights Issue, Kejar Free Float Saham 15%

Bos BSI Blak-Blakan Tujuan Rights Issue, Kejar Free Float Saham 15%

October 15, 2026
Bisnis Hilirisasi Antam (ANTM) Melesat, Ini Buktinya

Bisnis Hilirisasi Antam (ANTM) Melesat, Ini Buktinya

October 15, 2026
BSI (BRIS) Bidik Kantor Cabang Jeddah Buka Januari 2027

BSI (BRIS) Bidik Kantor Cabang Jeddah Buka Januari 2027

October 15, 2026
Soroti Karhutla, Ini Respons 9 Perusahaan Termasuk Emiten Haji Isam

Soroti Karhutla, Ini Respons 9 Perusahaan Termasuk Emiten Haji Isam

October 15, 2026
100% Kebun Sawit di Kalteng, MKTR Klaim Operasi Tetap Normal

100% Kebun Sawit di Kalteng, MKTR Klaim Operasi Tetap Normal

October 15, 2026
Danantara Minta Garuda (GIAA) Tegas Soal Target Pasar

Danantara Minta Garuda (GIAA) Tegas Soal Target Pasar

October 15, 2026
Morgan Stanley Terciduk Asik Jual-Beli Saham GOTO, Cuan Berapa?

Morgan Stanley Terciduk Asik Jual-Beli Saham GOTO, Cuan Berapa?

October 15, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Perhatian! MSCI Potensi Turunkan Status Pasar Saham RI

55 minutes ago
in Lifestyle
Perhatian! MSCI Potensi Turunkan Status Pasar Saham RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – MSCI mengumumkan rencana untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

“MSCI akan mengumumkan keputusan akhir pada akhir Juni 2027 dan mungkin memberikan pembaruan sementara mengenai tanggapan peserta pasar selama periode konsultasi,” tulis pengumuman tersebut, dikutip Jumat (16/10/2026).

MSCI menyatakan bahwa pihaknya membuka konsultasi terkait proposal reklasifikasi indeks MSCI Indonesia. MSCI juga membuka kemungkinan untuk menyampaikan pembaruan sementara mengenai masukan pelaku pasar selama periode konsultasi berlangsung.

MSCI menilai, status Indonesia sebagai pasar berkembang atau Emerging Market tidak lagi sesuai dengan kondisi pasar saham domestik saat ini. Penilaian tersebut didasarkan pada kekhawatiran pelaku pasar terhadap tingkat investabilitas saham Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi.

Dalam tinjauan klasifikasi pasar pada Juni 2026, MSCI mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku pasar telah menyampaikan kekhawatiran signifikan mengenai kemampuan investor untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia secara transparan dan efisien.

Meskipun regulator pasar modal Indonesia telah mengumumkan berbagai reformasi, termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan klasifikasi investor yang lebih terperinci, pelaporan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), dan peta jalan menuju persyaratan free float minimum sebesar 15%.

“Para investor institusional telah menekankan perlunya implementasi yang konsisten serta bukti dampak material yang berkelanjutan dari pengumuman-pengumuman tersebut,” sebutnya.

Namun, MSCI menyatakan bahwa hingga saat ini belum terlihat kemajuan yang memadai dan konsisten di seluruh pasar saham Indonesia. Kekhawatiran mengenai disfungsi pasar masih berlanjut, termasuk dugaan praktik perdagangan terkoordinasi serta belum adanya bukti penegakan aturan yang memberikan dampak signifikan.

Para pelaku pasar telah menyampaikan kepada MSCI bahwa, hingga saat ini, kemajuan yang memadai belum terlihat secara konsisten di seluruh pasar saham Indonesia. Terlepas dari reformasi yang telah diumumkan, kekhawatiran signifikan tetap ada seputar disfungsi pasar, termasuk dugaan perilaku perdagangan terkoordinasi yang terus berlanjut serta kurangnya bukti penegakan hukum yang berarti.

Oleh karena itu, MSCI menilai bahwa klasifikasi Indonesia sebagai Pasar Berkembang (Emerging Market) tidak lagi tepat dan saat ini meluncurkan konsultasi mengenai usulan untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri (Standalone Market).

Kini, MSCI secara resmi memulai konsultasi atas proposal perubahan status Indonesia menjadi Standalone

Market. MSCI juga menyebutkan bahwa berdasarkan masukan pelaku pasar, penurunan status Indonesia menjadi Frontier Market dinilai tidak cukup mencerminkan tingkat permasalahan yang terjadi di pasar saham domestik.

MSCI memperkirakan akan melanjutkan rencana reklasifikasi tersebut, kecuali hasil konsultasi menunjukkan bukti yang jelas mengenai perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar yang dapat menjadi dasar untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Sejalan dengan pengumuman tersebut, MSCI menyatakan akan tetap memberlakukan pembekuan terhadap sejumlah perubahan terkait indeks untuk saham-saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Dalam kebijakan tersebut, MSCI tidak akan menerapkan peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS). MSCI juga tidak akan menambahkan saham ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI) maupun menaikkan saham ke segmen indeks berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar yang lebih tinggi.

FIF merupakan faktor yang digunakan MSCI untuk menentukan porsi saham yang tersedia bagi investor asing dalam perhitungan indeks. Sementara itu, NOS mengacu pada jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks.

MSCI juga menegaskan akan tetap menghapus saham-saham yang telah diidentifikasi oleh otoritas Indonesia dalam kerangka HSC.

Selain itu, data pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% akan tetap digunakan untuk menyesuaikan estimasi free float.

MSCI membuka kesempatan bagi pelaku pasar untuk menyampaikan tanggapan atas proposal reklasifikasi indeks Indonesia hingga 30 April 2027. Keputusan final mengenai perubahan klasifikasi tersebut akan diumumkan pada atau sebelum 30 Juni 2027.

Hasil konsultasi tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi MSCI dalam menentukan apakah Indonesia masih dapat mempertahankan status sebagai pasar berkembang atau perlu direklasifikasi menjadi pasar mandiri (Standalone Market).

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Status Pasar RI Terancam Turun Kelas, BEI Buka Suara

Status Pasar RI Terancam Turun Kelas, BEI Buka Suara

October 16, 2026
Menko Polkam Dudung Abdurachman Lepas Jabatan Komisaris Emiten NSSS

Menko Polkam Dudung Abdurachman Lepas Jabatan Komisaris Emiten NSSS

October 15, 2026
Perhatian! MSCI Potensi Turunkan Status Pasar Saham RI

Perhatian! MSCI Potensi Turunkan Status Pasar Saham RI

October 15, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .