• Latest
BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T

BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T

September 28, 2026
Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

September 28, 2026
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

September 28, 2026
ENRG Incar Dana Rp4,1 T dari Rights Issue

ENRG Incar Dana Rp4,1 T dari Rights Issue

September 28, 2026
Ekonomi Tahun Ini Suram, Gubernur BI Ramal 2027 Ada Perbaikan

Ekonomi Tahun Ini Suram, Gubernur BI Ramal 2027 Ada Perbaikan

September 28, 2026
Di Depan DPR, Destry Ungkap Kebijakan BI Saat Dunia Gonjang Ganjing!

Di Depan DPR, Destry Ungkap Kebijakan BI Saat Dunia Gonjang Ganjing!

September 28, 2026
Anak Konglomerat Keluarga Bakrie Ini Borong Saham BRMS 750.500 Saham

Anak Konglomerat Keluarga Bakrie Ini Borong Saham BRMS 750.500 Saham

September 28, 2026
Dihadap DPR Destry Ungkap Arah Kebijakan BI di Era Higher for Longer

Dihadap DPR Destry Ungkap Arah Kebijakan BI di Era Higher for Longer

September 28, 2026
Indosat (ISAT) Rombak Transaksi Fiber Optik, Ada Cuan Rp1,64 Triliun

Indosat (ISAT) Rombak Transaksi Fiber Optik, Ada Cuan Rp1,64 Triliun

September 28, 2026
Kuras Cadev, BI Kurangi Intervensi Rupiah di Pasar Spot! Sisa 30%

Kuras Cadev, BI Kurangi Intervensi Rupiah di Pasar Spot! Sisa 30%

September 28, 2026
Investor Asing Net Sell Rp129 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Investor Asing Net Sell Rp129 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

September 28, 2026
Destry Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Inflasi Masih Jinak

Destry Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Inflasi Masih Jinak

September 28, 2026
BI Klaim Likuiditas Pasar Uang Membaik, SRBI Susut & IndONIA Turun

BI Klaim Likuiditas Pasar Uang Membaik, SRBI Susut & IndONIA Turun

September 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T

1 hour ago
in Market
BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan kebijakan likuiditas makroprudensial guna mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor riil. Hingga pekan pertama September 2026, nilai insentif likuiditas makroprudensial yang telah disalurkan bank sentral mencapai Rp461 triliun.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari bauran instrumen BI untuk memastikan likuiditas yang telah digelontorkan dapat mengalir ke perekonomian melalui kredit perbankan.

“Dalam rangka merespons likuiditas di perbankan, BI terus mengoptimalkan kebijakan likuiditas makroprudensial kami. Pada minggu pertama September, insentif likuiditas sudah mencapai Rp461 triliun,” kata Destry.

Tidak hanya menambah likuiditas, BI juga menerbitkan kebijakan baru yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas penyaluran kredit perbankan melalui skema Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Dalam aturan terbaru tersebut, BI membedakan perlakuan insentif berdasarkan komposisi penempatan dana bank pada surat berharga seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Destry menjelaskan, bank yang menempatkan lebih dari 19% dananya pada instrumen surat berharga tidak akan memperoleh tambahan insentif likuiditas. Kelompok bank ini hanya dapat menerima insentif sebesar 4% yang berasal dari komponen pembiayaan atau financing.

Sebaliknya, bank yang memiliki porsi surat berharga di bawah 19% dan aktif menyalurkan kredit akan memperoleh tambahan insentif sebesar 2%.

“Bank-bank yang menempatkan dana lebih dari 19% dalam bentuk surat berharga seperti SBN dan SRBI tidak akan mendapatkan insentif tambahan. Total insentif yang mereka bisa terima hanya 4% dari financing. Sementara bank yang kepemilikan surat berharganya di bawah 19% dan menyalurkan kredit akan kami berikan tambahan insentif 2%,” ujar Destry.

Dengan skema tersebut, bank yang lebih agresif menyalurkan kredit dapat memperoleh total insentif hingga 6%.

Kebijakan itu menunjukkan arah baru BI yang ingin memastikan likuiditas tidak hanya berputar di instrumen keuangan, tetapi juga mengalir ke sektor produktif melalui peningkatan kredit perbankan.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi likuiditas domestik yang dinilai semakin longgar. BI mencatat suku bunga pasar uang antarbank atau INDONIA telah turun dari level puncak 6,61% pada Juni menjadi 5,91%. Selain itu, outstanding SRBI juga menyusut dari Rp1.096 triliun menjadi Rp1.013 triliun, yang memberikan ruang likuiditas lebih besar bagi industri perbankan.

Ke depan, BI menegaskan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembiayaan bagi dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

Mirip Seperti BYAN, Begini Awal Mula Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

September 28, 2026
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000

September 28, 2026
ENRG Incar Dana Rp4,1 T dari Rights Issue

ENRG Incar Dana Rp4,1 T dari Rights Issue

September 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .