• Latest
Ada Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Begini Kisahnya

Ada Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Begini Kisahnya

August 22, 2026
Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Senilai Rp999,4 Juta

Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Senilai Rp999,4 Juta

October 30, 2026
Bank Sentral Jepang BOJ Tahan Suku Bunga 1,25%

Bank Sentral Jepang BOJ Tahan Suku Bunga 1,25%

October 30, 2026
Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS

Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS

October 30, 2026
Inflasi Tembus Level Tertinggi Dalam 3 Tahun, ECB Tahan Suku Bunga

Inflasi Tembus Level Tertinggi Dalam 3 Tahun, ECB Tahan Suku Bunga

October 30, 2026
Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027

Christine Lagarde Mundur Dari Presiden ECB Mulai 7 Februari 2027

October 30, 2026
Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

October 30, 2026
IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

October 30, 2026
Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

October 30, 2026
Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

October 30, 2026
Amman Mineral (AMMN) Catat Laba US0 Juta di Kuartal III-2026

Amman Mineral (AMMN) Catat Laba US$880 Juta di Kuartal III-2026

October 30, 2026
Duit Bukalapak Rp12,9 T Parkir di Valas, Ini Penjelasan Manajemen

Duit Bukalapak Rp12,9 T Parkir di Valas, Ini Penjelasan Manajemen

October 30, 2026
IHSG Ditutup 1,29% Asing Masuk Rp253,09 M, 10 Saham Ini Diborong

IHSG Ditutup 1,29% Asing Masuk Rp253,09 M, 10 Saham Ini Diborong

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Ada Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Begini Kisahnya

2 months ago
in Market
Ada Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Begini Kisahnya
Share on FacebookShare on Twitter




 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini. Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

 

Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah maraknya sorotan terhadap gaya hidup mewah sebagian kalangan elite, kisah berbeda justru datang dari sosok Soesalit. Meski berstatus sebagai anak dari seorang petinggi berpengaruh di Indonesia, ia secara sadar memilih jalan hidup yang jauh dari gemerlap kekuasaan maupun kemudahan instan.

Soesalit mendadak menjadi perhatian publik berkat keteguhan prinsipnya. Ia enggan mengumbar atau memanfaatkan nama besar orang tuanya demi memuluskan jalan hidup atau meraih keistimewaan.

Sebaliknya, ia dengan sukarela merangkul kesederhanaan dan tetap bertahan di tengah keterbatasan ekonomi yang melingkupinya.

Nama Soesalit memang tidak begitu dikenal dibanding ibu kandungnya, yaitu R.A Kartini. Namun, keredupan nama Soesalit disebabkan oleh keputusannya sendiri yang tidak ingin menaiki tangga kesuksesan bermodalkan nama besar ibunya Kartini.

Pada masanya, Soesalit jadi anak cukup beruntung. Dia lahir dari keluarga pejabat sebab ayahnya Raden Mas Adipati Ario Djojadiningrat bertugas sebagai Bupati Rembang. Kelak, sejarah juga mencatat sang ibu, Kartini, menjadi orang besar karena punya pemikiran visioner melampaui zaman.

Meski begitu, Soesalit tak mau mengandalkan nama besar kedua orang tua untuk meniti kehidupan. Wardiman Djojonegoro dalam Kartini (2024) menceritakan, Soesalit sebenarnya berhak menggantikan ayahnya sebagai bupati. Namun, dia mantap menolaknya. Banyak saudara yang berulang kali meminta Soesalit menjadi, tapi jawabannya berujung penolakan.

Sebagai gantinya, dia memilih masuk tentara pada 1943. Dia dilatih oleh tentara Jepang dan kemudian bergabung sebagai tentara Pembela Tanah Air (PETA). Ketika Indonesia merdeka, Soesalit praktis menjadi bagian Tentara Keamanan Rakyat Republik Indonesia. Dari sini, kariernya perlahan moncer.

Menurut Sitisoemandari Soeroto dalam Kartini: Sebuah Biografi (1979), Soesalit selalu terlibat dalam beberapa pertempuran melawan Belanda yang lantas membuatnya cepat naik pangkat. Begitu juga namanya yang makin terkenal.

Puncak kesuksesan sebagai tentara terjadi pada 1946. Dirinya diangkat menjadi Panglima Divisi II Diponegoro yang memimpin pasukan terpenting karena bertugas menjaga ibukota negara di Yogyakarta.

Bahkan, dia juga pernah beberapa kali memegang jabatan sipil. Salah satunya sebagai penasehat Menteri Pertahanan di Kabinet Ali Sastro pada 1953.

Saat ini terjadi, jarang orang mengetahui kalau Soesalit adalah anak dari tokoh besar RI bernama R.A Kartini. Dia memang sengaja tak menjual nama besar ibunya.

Padahal, sepanjang dia hidup, kisah-kisah Kartini berulang kali menjadi inspirasi dan terus diceritakan banyak generasi terkait perempuan penuntut kesetaraan lewat surat-suratnya. Bahkan, kala itu sudah populer lagu mengenai ibunya berjudul “Ibu Kita Kartini” buatan W.R Soepratman yang terus dinyanyikan banyak orang.

Atasan Soesalit, Jenderal Nasution, menjadi saksi bagaimana dia memang tak mengumbar nama orang tua. Nasution melihat ketika tak lagi bertugas, Soesalit lebih memilih hidup melarat sebagai veteran. Dia tak meminta hak-haknya sebagai veteran.

Kata Nasution, dikutip dari Kartini: Sebuah Biografi (1979), dia bisa-bisa saja hidup tak melarat dengan berkata bahwa dia adalah satu-satunya putra Kartini. Dengan begitu, banyak orang akan menaruh simpati sehingga bisa mengubah hidup jenderal bintang dua tersebut.

Namun, Soesalit tetap memegang prinsip yang ditanamkan dari awal: tidak mau mengutarakan bahwa dirinya keturunan Kartini. Akibat prinsip ini, pria kelahiran Rembang ini tetap melarat sampai tutup usia pada 17 Maret 1962.

(Lynda Hasibuan/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Senilai Rp999,4 Juta

Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Senilai Rp999,4 Juta

October 30, 2026
Bank Sentral Jepang BOJ Tahan Suku Bunga 1,25%

Bank Sentral Jepang BOJ Tahan Suku Bunga 1,25%

October 30, 2026
Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS

Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .