• Latest
Modal Rumus Matematika, Dosen Ini Jadi Konglomerat Rp 482 Triliun

Modal Rumus Matematika, Dosen Ini Jadi Konglomerat Rp 482 Triliun

November 3, 2025
Bos BTN Ungkap Strategi Wujudkan 3 Juta Rumah Terjangkau

Bos BTN Ungkap Strategi Wujudkan 3 Juta Rumah Terjangkau

July 30, 2026
Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam

Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam

July 30, 2026
Laba Ramayana Semester I Anjlok 11%, Ini Penyebabnya

Laba Ramayana Semester I Anjlok 11%, Ini Penyebabnya

July 30, 2026
SLIK Kredit Rp1 Juta Dihapus, Bankir Ungkap Dampaknya

SLIK Kredit Rp1 Juta Dihapus, Bankir Ungkap Dampaknya

July 30, 2026
Kepala Daerah Teriak di DPR, Minta Tak Ada Efisiensi Anggaran di 2027

Kepala Daerah Teriak di DPR, Minta Tak Ada Efisiensi Anggaran di 2027

July 30, 2026
BNI Sekuritas Tanggapi Isu Perundungan yang Ramai di Media Sosial

BNI Sekuritas Tanggapi Isu Perundungan yang Ramai di Media Sosial

July 30, 2026
Bank Danamon (BDMN) Cetak Laba Rp2,4 T per Semester I-2026

Bank Danamon (BDMN) Cetak Laba Rp2,4 T per Semester I-2026

July 30, 2026
Target 1.100 Emiten Pada 2030, Bursa Perlu 30 IPO Tiap Tahun

Target 1.100 Emiten Pada 2030, Bursa Perlu 30 IPO Tiap Tahun

July 30, 2026
Banyak Warga RI Rajin Nabung Dolar, Tabungan Valas Naik 185%

Banyak Warga RI Rajin Nabung Dolar, Tabungan Valas Naik 185%

July 30, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,56%, Menuju Level 6.200

IHSG Ditutup Naik 1,56%, Menuju Level 6.200

July 30, 2026
Saat Prabowo Godain Destry & Beri Kode Calon Gubernur BI

Saat Prabowo Godain Destry & Beri Kode Calon Gubernur BI

July 30, 2026
Catat Kinerja Apik, Laba bank bjb naik 58,8% & Aset Tembus Rp228,2 T

Catat Kinerja Apik, Laba bank bjb naik 58,8% & Aset Tembus Rp228,2 T

July 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, July 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Modal Rumus Matematika, Dosen Ini Jadi Konglomerat Rp 482 Triliun

9 months ago
in Lifestyle
Modal Rumus Matematika, Dosen Ini Jadi Konglomerat Rp 482 Triliun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Investasi merupakan instrumen dalam mengembangkan aset. Seorang dosen sukses yang bernama James “Jim” Simons menjadi kaya raya berkat investasi. Bahkan, Ia menjadi dosen terkaya karena mendirikan hedge fund dengan keuntungan rata-rata 60% setahun.

Simons menghembuskan nafas terakhirnya di New York City pada 10 Mei 2024 lalu. Pendiri Renaissance Technologies tersebut meninggal di usia 86 tahun.

Renaissance Technologies merupakan sebuah perusahaan manajemen investasi kuantitatif (quant) dengan matematika dan statistika sebagai metode pelaksanaan investasinya. Adapun dana kekolaan paling terkenal miliknya dinamai Medallion Fund.

Antara tahun 1988 dan 2018, Medallion Fund andalan Renaissance menghasilkan keuntungan lebih dari US$100 miliar dan pengembalian tahunan rata-rata sebesar 66% sebelum biaya pengelolaan aset yang sangat besar dari perusahaan tersebut.

Keuntungan tahunannya adalah 39% setelah biaya tersebut, sebuah catatan yang melampaui kinerja Warren Buffett, George Soros, Peter Lynch dan investor lainnya selama periode tersebut. Meski demikian, Medallion sudah bertahun-tahun tidak dapat diakses masyarakat umum dan hanya mengelola dana dari Simons dan rekan-rekannya.

Dari Dosen Matematika hingga Jadi Miliarder

Dibanding ahli matematika lain, Jim Simons lebih dikenal sebagai manajer hedge fund karena ia lebih banyak menghabiskan waktu dalam dunia investasi.

Banyak orang berpikir kalau hanya menjalani pekerjaan sebagai dosen tidak akan bisa kaya raya apalagi jadi triliuner. Hal ini diperkuat dengan testimoni dan diskursus mengenai gaji dosen yang belakangan menghangat. Akan tetapi, ternyata ada sosok yang berhasil menjadi tajir melintir meski hanya berprofesi sebagai pengajar.

Ini kisah soal James Harris Simons alias Jim Simons yang bisa jadi pembelajaran, bagaimana seorang dosen bisa punya harta US$ 30,7 miliar atau Rp 482 triliun.

Sebagai catatan, Jims Simons adalah dosen matematika asal Amerika Serikat. Bagi Simons, matematika sudah jadi bagian dari kehidupan. Pasalnya, dia selalu menyukai ilmu yang bagi sebagian orang sangat menyusahkan itu. Saking suka terhadap matematika, dia sukses lulus S3 dari University of Berkeley pada 1961 atau usia 23 tahun.

Kesukaan terhadap matematika berlanjut hingga bekerja. Dia tercatat jadi dosen di Harvard University dan sempat membantu Kementerian Pertahanan AS sebagai pemecah kode matematis. Meski begitu, ada satu hal yang mengganjal dalam perjalanan hidupnya, yakni soal uang.

Dalam otobiografi The Man Who Solved The Market How Jim Simons Launched The Quant Revolution (2019) Simons bercerita kalau dia butuh uang lebih banyak untuk hidup sehari-hari dan berulangkali terus mencari cara untuk menghasilkan uang. Alhasil, dia pun mendirikan perusahaan bernama iStar bermodalkan kemampuan matematika.

Lewat iStar, Simons berupaya mendapatkan uang dengan cara meneliti dan menghitung secara matematis perdagangan bursa saham. Cara ini pun berhasil membuat kaya raya dan membuka ide bisnis baru di sektor investasi.

Pada 1982, dia mendirikan firma investasi, Renaissance Technologies. Di sini, Simons mengumpulkan banyak ahli matematika. Semua diberi tugas serupa, yakni menciptakan model perdagangan, menganalisis informasi, dan membuat prediksi atas dinamika pasar saham.

Dalam penjelasan Wall Street Journal, cara seperti ini jadi pembeda antara perusahaan investasi Simons dengan kompetitor. Sebagai ilmuwan, Simons menjadikan perusahaan sebagai laboratorium. Semua orang bisa berbagi ide dan berkolaborasi untuk memperoleh hasil optimal.

Pada akhirnya, tugas-tugas seperti itu sukses membuat perusahaan cuan. Sejak saat itu, nama Simons semakin naik daun. Apalagi usai Renaissance Technologies terbukti menghasilkan cuan melimpah bagi para investor. Sejak 1988-2018, perusahaan berhasil membawa cuan 39% per tahun.

Sebagai pemilik perusahaan, Simons otomatis kaya raya. Forbes mencatat dia punya harta US$ 30,7 miliar atau Rp 482 triliun. Dengan harta segitu, dia menduduki posisi ke-51 orang terkaya di dunia.

Dan semua usaha itu dijalankan bersamaan dengan tugasnya sebagai dosen di banyak kampus. Jadi, selama hidupnya, dia mengajar dan juga berbisnis. Sampai sekarang, perusahaannya masih eksis dan diisi oleh banyak ahli matematika, fisika, dan komputer. Semuanya bertugas di sektor pasar modal.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Setelah Perusahaan IPO, JK Jadi Konglomerat Berharta Rp 161,37 Triliun




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos BTN Ungkap Strategi Wujudkan 3 Juta Rumah Terjangkau

Bos BTN Ungkap Strategi Wujudkan 3 Juta Rumah Terjangkau

July 30, 2026
Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam

Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam

July 30, 2026
Laba Ramayana Semester I Anjlok 11%, Ini Penyebabnya

Laba Ramayana Semester I Anjlok 11%, Ini Penyebabnya

July 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .