• Latest
Pasar Tunggu Sanksi AS ke Iran, Harga Minyak Turun ke US,34

Pasar Tunggu Sanksi AS ke Iran, Harga Minyak Turun ke US$92,34

August 24, 2026
Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

October 30, 2026
IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

October 30, 2026
Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

October 30, 2026
Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

Laba Bayan (BYAN) Naik 12,24% Meski Pendapatan Tipis, Ini Sebabnya

October 30, 2026
Amman Mineral (AMMN) Catat Laba US0 Juta di Kuartal III-2026

Amman Mineral (AMMN) Catat Laba US$880 Juta di Kuartal III-2026

October 30, 2026
Duit Bukalapak Rp12,9 T Parkir di Valas, Ini Penjelasan Manajemen

Duit Bukalapak Rp12,9 T Parkir di Valas, Ini Penjelasan Manajemen

October 30, 2026
IHSG Ditutup 1,29% Asing Masuk Rp253,09 M, 10 Saham Ini Diborong

IHSG Ditutup 1,29% Asing Masuk Rp253,09 M, 10 Saham Ini Diborong

October 30, 2026
Laba Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78% di Kuartal III-2026, Ini Sebabnya

Laba Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78% di Kuartal III-2026, Ini Sebabnya

October 30, 2026
KPK Soal Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Kerugian Negara Triliunan Rupiah

KPK Soal Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Kerugian Negara Triliunan Rupiah

October 30, 2026
IHSG Ditutup Melemah 1,29% ke Level 5.032

IHSG Ditutup Melemah 1,29% ke Level 5.032

October 30, 2026
Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

October 30, 2026
Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan 2,5%

Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan 2,5%

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Pasar Tunggu Sanksi AS ke Iran, Harga Minyak Turun ke US$92,34

2 months ago
in Market
Pasar Tunggu Sanksi AS ke Iran, Harga Minyak Turun ke US,34
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia dibuka melemah pada perdagangan Senin (24/8/2026) setelah reli tajam sepanjang pekan lalu. Pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan sembari menanti pengumuman paket sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang dinilai dapat kembali mengubah arah pasokan minyak global.

Merujuk data Refinitiv hingga pukul 08.50 WIB, harga minyak Brent berada di US$92,34 per barel, turun 2,17% dibandingkan penutupan Jumat (21/8/2026) di level US$94,39 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi menjadi US$85,10 per barel dari US$87,06 per barel pada perdagangan sebelumnya atau turun 2,25%.



Meski terkoreksi pada awal pekan, tren kenaikan harga minyak masih terlihat dalam beberapa sesi terakhir. Brent masih menguat sekitar 6,5% dibandingkan posisi 14 Agustus yang berada di US88,52perbarel. WTI pun masih naik lebih dari 3%dalam periode yang sama setelah sempat menyentuh US$82,40 per barel. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya premi risiko akibat memanasnya konflik di Timur Tengah dan terganggunya distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Tekanan jual pada Senin muncul karena investor menunggu langkah terbaru Washington terhadap Teheran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan paket sanksi baru terhadap Iran pada Senin waktu setempat. Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut sebagai ofensif finansial terbesar yang pernah diterapkan terhadap Iran dan akan menyasar mitra dagang negara tersebut.

Ketidakpastian meningkat setelah Iran merespons dengan ancaman menghentikan seluruh ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia apabila tekanan ekonomi dari AS terus berlanjut. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei bahkan menyatakan tidak akan ada setetes pun minyak yang diekspor melalui Selat Hormuz maupun kawasan Teluk jika perang ekonomi terus berlangsung.

Ancaman tersebut menjadi perhatian besar bagi pasar energi karena Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia. Sebelum konflik meningkat, sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi perairan tersebut. Gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker selama beberapa pekan terakhir telah mengurangi arus ekspor dan memperketat pasokan di pasar internasional.

Di sisi lain, pasar masih menunggu efektivitas kebijakan AS. Analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, menilai belum ada kepastian apakah isolasi ekonomi terhadap Iran mampu mengurangi ekspor minyak negara tersebut secara signifikan. Namun, apabila kebijakan itu berhasil, risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah akan semakin besar dan berpotensi kembali mendorong lonjakan harga energi.

Perkembangan terbaru menunjukkan Iran masih membuka jalur bagi sejumlah kapal tanker yang mengangkut minyak Irak untuk melintasi Selat Hormuz setelah menerima permintaan dari Baghdad. Langkah ini memberi sinyal bahwa arus pasokan belum sepenuhnya terhenti. Meski demikian, pasar tetap bersikap waspada karena pengumuman sanksi AS dan respons lanjutan Iran berpotensi menjadi penentu arah harga minyak pada perdagangan pekan ini.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp4,12 Triliun

October 30, 2026
IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

IHSG Melemah Terus, Analis Beberkan Penyebabnya

October 30, 2026
Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

Ada Fenomena Baru di Wall Street: Cash is The King

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .